Bahlil Pede Impor BBM RI dari Tetangga Takkan Terganggu, Ini Alasannya

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis pasokan impor produk bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dari negara tetangga seperti Singapura tidak akan terganggu.

Sekalipun tensi geopolitik global tengah meningkat, menyusul ditutupnya Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat.

Bahlil meyakini, Singapura sebagai tempat pengolahan minyak seharusnya memiliki berbagai sumber pasokan minyak mentah (crude oil) alternatif, sehingga tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.

"Mereka pasti punya beberapa alternatif dan itu kan domain mereka. Tapi saya punya keyakinan tidak akan jauh beda dengan Indonesia," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, dikutip Kamis (5/3/2026).

Bahlil menilai sumber minyak mentah dunia sejatinya tidak hanya berasal dari timur tengah. Namun sejumlah negara produsen seperti Afrika, Brasil, hingga Amerika Serikat juga menjadi sumber pasokan yang dapat diolah oleh kilang-kilang di Singapura.

"Karena sumber crude itu tidak satu-satunya dari Middle East. Afrika, Angola, Brasil. Sebagian juga mereka ambil dari Malaysia. Sebagian bisa ambil dari Amerika," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil dalam praktik perdagangan minyak global, perusahaan biasanya juga akan mencari sumber pasokan yang paling ekonomis dan memiliki jalur distribusi tercepat.

"Jadi saya pikir, dan di Selat Hormuz itu kan 20,1 juta barel per day yang melewati Selat Hormuz. Konsumsi global kita kan, bukan 20 juta, ratusan juta barel per day. Jadi saya pikir itu tinggal bagaimana mensiasati," katanya.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |