Arab Saudi Putuskan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh Pada Jumat

6 hours ago 2
Internasional

19 Maret 202619 Maret 2026

Arab Saudi Putuskan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh Pada Jumat

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Kamis menjadi hari terakhir Ramadhan di Arab Saudi.

RIYADH (Waspada.id): Otoritas Arab Saudi pada Rabu (18/3/2026) mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026).

Mahkamah Agung Saudi mengumumkan Kamis sebagai hari terakhir Ramadhan dan Jumat sebagai hari pertama Idul Fitri, menurut Saudi Press Agency dilansir Al Arabiya.

Sama seperti Kerajaan Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain juga mengumumkan bahwa hari Jumat menjadi hari pertama perayaan Idul Fitri 2026. Pada tahun ini, Arab Saudi memulai Ramadhan pada 18 Februari.

Penetapan ini berbeda dengan di Indonesia. Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar mengumumkan awal Ramadhan 2026/ 1447 H bertepatan pada Kamis (19/2/2026).

Adapun, penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah di Indonesia baru akan diputuskan dalam Sidang Istbat di Jakarta pada Kamis (19/3/2026) malam.

Adapun, Muhammdiyah sudah menetapkan Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, (20/3/2026). Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyahmenggunakan metode hisab yang mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Muhammadiyah menggunakan perhitungan astronomi atau hisab hakiki dengan prinsip, syarat, dan parameter yang terdapat dalam KHGT. Sistem ini menetapkan satu kalender Hijriah yang berlaku secara global sehingga tanggal Hijriyah sama di seluruh dunia.

Hal tersebut sebelumnya juga sudah tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriyah.

“Kami menyampaikan khususnya pada seluruh warga besar dan simpatisan Muhammadiyah dan mudah-mudahan juga bermanfaat untuk kaum Muslimin,” kata Haedar.

Haedar mengatakan, penetapan awal Syawal dengan metode hisab KHGT juga menjadi langkah Muhammadiyah untuk memberikan kepastian dan keseragaman perhitungan kalender Hijriah di seluruh dunia. Dengan metode tersebut, penentuan awal Ramadhan dan awal Syawal tidak lagi bergantung pada pengamatan hilal di satu wilayah tertentu, melainkan pada posisi astronomis bulan yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam kalender global.

Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) memprediksi posisi hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026) berada pada posisi yang sangat rendah dan menantang untuk diamati secara astronomis dari wilayah Indonesia.

Berdasarkan data perhitungan Bosscha, posisi bulan pada 29 Ramadhan 1447 Hijriah tersebut berada sangat dekat dengan matahari saat terbenam.

Ketinggian hilal di Indonesia terpantau hanya berkisar antara 0 hingga 3 derajat di atas ufuk, khususnya di wilayah bagian barat.

“Secara astronomis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hilal berada pada batas yang menantang untuk diamati. Keberhasilan pengamatan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan transparansi langit,” kata Peneliti Observatorium Bosscha ITB Yatny Yulianty di Bandung, Rabu (18/3/2026).

Yatny menjelaskan parameter geometri menunjukkan elongasi geosentrik di wilayah Indonesia berkisar antara 4,6 hingga 6,2 derajat. Sementara itu jarak sudut pandang pengamat dari permukaan bumi atau elongasi toposentrik berada pada kisaran lebih rendah yakni 4,0 hingga 5,5 derajat.

Guna memverifikasi kondisi batas kriteria visibilitas tersebut, tim astronom Bosscha akan melakukan pengamatan di dua titik strategis yakni di Lembang (Jawa Barat) dan Observatorium Lhok Nga (Aceh).

“Observatorium Lhok Nga dipilih karena posisi Bulan di wilayah Aceh berada di sekitar batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan, sehingga pengamatan di lokasi tersebut menjadi penting untuk memverifikasi kondisi batas (constraint),” tutur Yatny yang juga Koordinator Kegiatan Publik Bosscha.(rep)

Area mataf Masjidil Haram yang telah selesai direnovasi oleh Waskita.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |