Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo (ist)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Sekitar 4 juta hektare hutan lindung dan taman nasional di Indonesia dikuasai dan dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit ilegal selama 15 tahun terakhir. Lahan tersebut ditanam oleh oknum pengusaha yang tidak bertanggungjawab.
“Dalam 10 hingga 15 tahun terakhir, sekitar 4 juta hektare hutan lindung dan taman nasional telah diduduki secara ilegal oleh perkebunan kelapa sawit,” kata Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dia menambahkan, lahan tersebut tidak terlindungi secara memadai, baik disengaja maupun tidak. Karena itu, Presiden Prabowo akan menambah jumlah polisi khusus kehutanan dari 5 ribu menjadi 70 ribu personel untuk menjaga puluhan huran lundung dan taman nasional di Indonesia.
“Jumlah tersebut (70 ribu) dinilai cukup untuk melindungi taman nasional, hutan lindung dan kawasan konservasi lainnya yang sangat penting bagi kelangsungan lingkungan hidup, bahkan bagi planet ini secara keseluruhan,” ujar adik dari Presiden Prabowo itu.
Menyinggung masalah lingkungan berkelanjutan, Hashim mengatakan, bahwa Pemerintahan Prabowo juga memiliki target melakukan penanaman kembali (reforestasi) terhadap 12,7 juta hektare lahan dan hutan terdegradasi.
“Selain itu, pemerintah akan mengalokasikan dana 120 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 2 triliun untuk Taman Nasional Way Kambas di Lampung. Dana tersebut akan digunakan untuk konservasi, pengembangan, dan pemeliharaan Taman Nasional Way Kambas,” ungkap Hashim.
Dua pekan lalu di London, saat Prabowo mengadakan kunjungan ke luar begeri, Pemerintah Indonesia mengumumkan akan mengalokasikan dana sebesar 120 juta dolar AS. Dalam acara tersebut turut hadir Raja Charles III.
Hashim menegaskan, dana sebanyak Rp 2 triliun ini berasal dari dana dalam negeri, bukan sumbangan. Dana ini akan digunakan untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kawasan konservasi alam.
“Karena Way Kambas merupakan kawasan konservasi penting bagi gajah, badak Sumatera yang terancam punah, serta berbagai spesies langka lainnya,” tutur Hashim.
Selain Way Kambas, lanjutnya, Presiden berencana mengubah kawasan hutan seluas 90 ribu hektare di Aceh, yang merupakan lahan pribadi milik Prabowo, akan digunakan untuk konservasi gajah Sumatera. (Id88)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































