APK PTPN IV Sebut Korban Dipukuli Warga, Korban dan Saksi Tegaskan Dianiaya Oknum BKO TNI

3 hours ago 3
Sumut

4 Februari 20264 Februari 2026

APK PTPN IV Sebut Korban Dipukuli Warga, Korban dan Saksi Tegaskan Dianiaya Oknum BKO TNI Asisten Personalia Kebun (APK) PTPN IV Regional I Kebun Sarang Giting, Michell Vanessa Sembiring, saat ditemui di lingkungan kantor kebun, Selasa (3/2/2026). Waspada.id/Bambang

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

SERGAI (Waspada.id): Pernyataan Asisten Personalia Kebun (APK) PTPN IV Regional I Kebun Sarang Giting yang menyebut luka parah dialami tukang Ojek Edi Saputra akibat pemukulan warga dibantah keras oleh korban dan saksi mata.

Korban, Edi Saputra, 53, warga Desa Tanjung Harap, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mengalami luka serius di wajah dan kepala hingga harus menjalani perawatan inap di RS Sri Pamela, Tebing Tinggi, usai kejadian di pinggir Jalan Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Selasa malam (27/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Menanggapi peristiwa tersebut, APK Kebun Sarang Giting Michell Vanessa Sembiring menyatakan luka korban bukan akibat tindakan BKO. “Kata BKO inisial B, korban dipukuli warga, bukan oleh BKO,” ujarnya saat dikonfirmasi Waspada.id di Kantor PTPN IV Regional I Kebun Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul. Selasa (3/2/2026). Siang.

APK menyebut bahwa penganiayaan tersebut bukan dilakukan oleh oknum BKO TNI berpangkat Kopral berinisial B. Namun Warga.

Pernyataan tersebut dibantah tegas oleh korban. “Saya dipukuli membabi buta oleh oknum BKO TNI, bukan oleh warga. Saya yang mengalami langsung, APK jangan hanya dengar sepihak dari BKO,” tegas Edi Saputra.

Korban juga mengaku selain dianiaya, oknum BKO tersebut sempat memperlihatkan senjata api jenis FN dan mengkokangnya di hadapannya.

“Dia sempat mengeluarkan senjata api jenis FN dan mengkokangnya di depan saya,” ujar Edi.

Keterangan korban diperkuat saksi mata berinisial D. “Saya melihat langsung oknum BKO itu memukuli Bang Edi dengan jarak pandang jelas. Sedangkan warga hanya mengerumuni, tidak ada yang memukul,” ungkapnya. Kepada Waspada.id , Rabu (4/2/2026). Sore.

Saksi menjelaskan kronologi kejadian bermula saat dirinya dan korban berboncengan sepeda motor membawa karet sekitar lebih kurang 20 kilogram. Mereka berpapasan dan berselisih dengan oknum BKO TNI di jalan Desa Baja Ronggi, Kecamatan Dolok Masihul. yang jaraknya jauh dari lokasi Areal kebun PTPN IV.

“BKO itu balik arah mengejar kami. Kami dipepet, ditabrak sampai jatuh di pinggir jalan Desa Kota Tengah. Setelah jatuh, saya melihat BKO mencekik leher Bang Edi dan memukulnya berulang kali,” tutur saksi.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami hidung luka dan sulit bernapas, empat gigi copot, mata kiri kabur, pelipis robek sekitar tiga sentimeter, serta kepala bagian belakang bengkak.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa penganiayaan terjadi pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di pinggir Jalan Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul. Korban dituduh mencuri sekitar 20 kilogram karet milik PTPN IV Kebun Sarang Giting.(bs)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |