Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.585 atau melemah kurang lebih -7,89% dibandingkan pekan sebelumnya pada akhir perdagangan, Jumat, 6 Maret 2026. Di masa pelemahan IHSG minggu lalu investor asing melakukan penjualan (outflow) mencapai Rp2,5 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan menegaskan, ada sejumlah sentimen global dan domestik yang mendorong pelemahan IHSG pekan lalu.
Dari global ada sentimen Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi Negatif dari sebelumnya Stabil, meski peringkat kredit tetap di level BBB (investment grade).
“Perubahan ini menjadi sinyal bahwa pasar global mulai lebih mencermati disiplin fiskal dan arah kebijakan anggaran pemerintah,” terang David.
Sementara itu dari domestik ada sentimen Fiscal Policy at Risk, dimana beberapa kebijakan ekonomi yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan, seperti peningkatan penyaluran kredit dan program belanja sosial menimbulkan kekhawatiran sebagian investor mengenai disiplin fiskal dan kepastian kebijakan. Hal ini ikut memicu arus keluar dana asing dari saham dan obligasi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
Proyeksi dan Rekomendasi IPOT
Berbicara tentang market dalam sepekan ke depan 9-13 Maret 2026 dengan proyeksi IHSG di support 7.400 dan resistance 7.900, David mengimbau para trader dan investor untuk mencermati sentimen Rating Risk dan tensi geopolitik.
“Fokus utama pelaku pasar pada pekan depan kemungkinan masih tertuju pada stabilitas sentimen investor terhadap ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar,” tegasnya.
Ia menambahkan, investor akan mencermati apakah tekanan jual asing mulai mereda, pergerakan nilai tukar Rupiah tetap stabil dan bagaimana respon kebijakan dari Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar.
Selain itu, pergerakan harga komoditas global di tengah kecamuk perang AS-Israel Vs Iran juga akan menjadi perhatian karena berpotensi menjadi penopang bagi saham-saham berbasis energi dan sumber daya alam.
Merespons dinamika market yang ada saat ini, IPOT yang telah meluncurkan xRDN, solusi menabung digital berbasis pasar modal yang menawarkan potensi imbal hasil tinggi sekitar ±2% dengan sistem keamanan berlapis untuk mengatasi dana tidak produktif serta risiko kejahatan siber merekomendasikan strategi trading pada saham-saham breakout.
1. Buy DAAZ (Current Price: 3, 820, Entry: 3,820, Target Price: 4,200 (9.95%), Stop Loss: 3,640 (-4.71%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.1). Emiten ini layak buy karena memiliki value chain mineral yang komprehensif dan dalam jangka pendek mempertahankan trend di atas MA5.
2. Buy on Pullback ELSA (Current Price: 850, Entry: 810, Target Price: 900 (11.11%), Stop Loss: 780 (-3.70%) dan Risk to Reward Ratio 1:3.0). Emiten ini diuntungkan dengan kenaikan harga oil dan secara teknikal ada potensi retrace ke MA20 sehingga layak buy on pullback dengan entry d hargai 810.
3. Buy on Breakout SIMP (Current Price: 600, Entry: 620, Target Price: 685 (10.48%), Stop Loss: 590 (-4.84%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.2). Emiten PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) layak buy karena saat ini harga sawit perlahan bergerak naik dan secara teknikal ada potensi breakout dari area resistance.
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC). Power Fund Series (PFS) XIIC ini tertopang fundamental dan prospek global yang menarik dimana harga minyak WTI melonjak lebih dari 3% ke kisaran US$77 per barel, melanjutkan penguatan pekan ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS-Israel Vs Iran. Eskalasi makin memanas setelah ada laporan bahwa kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di dekat Sri Lanka memicu kekhawatiran konflik yang lebih luas di kawasan.
Ketegangan tersebut berdampak pada terganggunya jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz setelah peringatan dari Garda Revolusi Iran. Pasar energi kini mencermati potensi gangguan pasokan global. Pemerintah AS berupaya meredam risiko dengan menawarkan perlindungan asuransi dan pengawalan militer bagi kapal komersial yang melintas di Teluk Persia guna menjaga stabilitas pasokan energi global. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































