Warga Darul Hasanah bergotong-royong mengumpulkan batu menimbun jalan darurat menuju jembatan Natam,Aceh Tenggara.(Waspada.id/Ali Amran)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
KUTACANE (Waspada.id): Masyarakat kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara, bergotong royong membangun jembatan darurat Natam yang telah putus satu bulan lalu.
Putusnya jembatan rangka baja Natam yang menghubungkan Kecamatan Badar dengan Darul Hasanah, membuat hubungan puluhan kute di 2 kecamatan putus total.
Akibat, warga Darul Hasanah yang bertugas di Kecamatan Badar dan siswa dari dua kecamatan, terpaksa memutar puluhan kilo meter melewati jembatan Mbarung dan jembatan gantung Lawe Pinis Srimuda.
Salihan, salah seorang warga Darul Hasanah mengatakan, sebelumnya lewat dana swadaya, warga Darul Hasanah telah membangun tapak jalan menuju sebagian jembatan rangka baja Natam yang masih utuh.
Namun, belum sempat dinikmati warga untuk bepergian menuju Kute Natam kecamatan Badar, timbunan jalan tersebut kembali digerus arus sungai Alas.
Karena tapak jalan yang ditimbun telah lenyap digerus arus sungai Alas, Sabtu (10/1) dengan menggunakan beberapa unit alat berat, warga kembali membangun jalan menuju jembatan vital tersebut.
Alat berat diturunkan untuk membantu warga menimbun jalan darurat melewati jembatan Natam, Aceh Tenggara.(Waspada.id/Ali Amran).“Kasihan warga dan anak sekolah maupun guru yang bertugas di Darul Hasanah dan Badar, terpaksa jauh memutar ke tempat tugas mereka,” ujar Salihan.
Selain anak sekolah dan pegawai negeri, putusnya jembatan rangka baja Natam saat banjir akhir Nopember 2025 lalu, juga membuat petani dari Darul Hasanah kesulitan memasarkan hasil perkebunan dan hasil pertanian mereka.
Sebab itu, petani Darul Hasanah harus memutar jauh sampai puluhan kilo meter menuju Kutacane lewat jembatan Silayakh, karena jembatan rangka Mbarung juga sebelumnya ambruk diterjang arus sungai Alas. Akibatnya, kenderaan roda empat tak bisa lewat dari jembatan Mbarung.
Agar akses warga Darul Hasanah dan Badar kembali terhubung dan tak lagi menyulitkan akibat jembatan ambruk tersebut, warga dua kecamatan berharap pada pihak Balai Wilayah Sungai agar membangun tanggul pengaman sungai Alas.
“Tanggul pengaman yang kokoh sangat dibutuhkan, agar jembatan Natam tak lagi ambruk kendati debit sungai alas besar dan deras,” sebut Madian Julu.
Percuma dibangun jembatan rangka baja, jika tanggul pengaman yang kokoh tak dibangun, karena arus sungai Alas akan liar dan kembali menghantam jembatan dan pinggiran DAS.(Id79)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































