Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat menyampaikan hasil dari pertemuan Kementerian Lingkungan Hidup atau KLH dalam London Climate Action Week (LCAW).
Dalam kegiatan yang mengumpulkan pemimpin global, pelaku bisnis dan organisasi dan bertujuan mengakselerasi aksi iklim terdapat 3 hal Utama yang dibahas yakni perubahan iklim, energi baru dan terbarukan (EBT) dan biodiversitas atau keanekaragaman hayati.
Dalam LCAW ini, Indonesia membawa misi terkait 'climate justice' yang terkait mitigasi, adaptasi dan upaya yang mendorong kesejahteraan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Dalam transisi energi, RI juga mendorong upaya menekan emisi karbon namun juga harus memberikan solusi bagi pekerja sektor fosil yang ditinggalkan.
Terkait biodiversity, Indonesia menjadi negara dengan keanekaragaman hayati dunia sehingga Indonesia didorong untuk menjadi pemimpin dalam pengolahannya.
Sebagai Menteri LH yang baru, Jumhur Hidayat dalam 100 hari pertama kepemimpinan mendapat tugas dari Presiden Prabowo terkait penanganan sampah dan pengembangan proyek waste to energy (WTE) melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang pada fase awal dikembangkan di Kota Bekasi, Bogor Raya dan Denpasar Raya.
Di sisi lain, sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat juga berfokus pada upaya menjaga lingkungan hidup yang pada 10 tahun terakhir terabaikan, akibatnya ada 447 Pemkot/Pemkab dan lebih dari 3.000 perusahaan yang disanksi karena pelanggaran pengelolaan lingkungan.
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Rabu, 01/07/2026)
Add
source on Google

6 hours ago
1

















































