Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian mengungkapkan penyebab inflasi Indonesia yang mengalami kenaikan pada Juni 2026.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan penyebab inflasi Indonesia meninggi di Juni 2026 karena adanya administered price atau inflasi komponen Harga yang diatur oleh pemerintah dan juga adanya inflasi makanan bergejolak atau volatile food.
"Inflasi yang naik menjadi 3,34% karena naiknya dari komponen administered price, di mana faktor utama naiknya yakni kenaikan harga BBM non-subsidi dan naiknya tiket pesawat Udara," kata Susiwijono saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (3/7/2026).
Susiwijono menambahkan kenaikan harga tiket pesawat tidak bisa dihindari karena adanya lonjakan penumpang, meski Menko Perekonomian Airlangga Hartanto sudah memberikan diskon tiket pesawat.
"Nah, karena musim liburan, itu harganya sudah naik luar biasa. Walaupun kita juga sudah memberikan diskon. Tapi kan karena mereka (penumpang) pesan tiketnya sudah jauh-jauh hari sebelumnya," lanjut Susiwijono.
Selain harga tiket pesawat, kenaikan harga BBM non-subsidi turut mempengaruhi inflasi Indonesia, sehingga angkanya pun meningkat pada bulan lalu.
Namun, menurutnya, yang perlu diwaspadai yakni inflasi harga bahan makanan, di mana hal ini menjadi kontribusi utama inflasi Juni 2026. "Kita harus waspadai terutama untuk volatile food. Karena kan terdampak dengan musim dan sebagainya," terangnya.
Meski inflasi kembali naik, tetapi dari sisi inflasi inti, masih cukup baik karena masih berada di level 2%.
"Kalau dari sisi core inflationnya, kami rasa masih cukup baik di angka 2,7%. Jadi, masih angka yang bagus untuk mengindikasikan bahwa tidak terlalu tinggi kenaikannya. Tapi juga daya beli masih cukup kuat," ujar Susiwijono.
(chd/mij)
Addsource on Google

5 hours ago
3

















































