Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat dilaporkan mengirim ribuan marinir tambahan ke kawasan Timur Tengah di tengah konflik yang terus memanas dengan Iran. Langkah ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik keras kepada sekutu-sekutu NATO yang dinilainya enggan terlibat langsung dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz.
Tiga pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa sekitar 2.500 marinir akan dikerahkan bersama kapal serbu amfibi USS Boxer dan sejumlah kapal perang pendamping. Namun, mereka tidak memerinci secara jelas peran pasukan tersebut di kawasan konflik.
Dua pejabat lainnya menyebut belum ada keputusan apakah pasukan AS akan dikerahkan langsung ke wilayah Iran. Sumber sebelumnya juga mengungkapkan bahwa target potensial bisa mencakup wilayah pesisir Iran atau Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama negara tersebut.
Konflik yang telah berlangsung hampir tiga pekan sejak 28 Februari itu kini juga berdampak luas terhadap jalur energi global. Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair, secara efektif tertutup bagi sebagian besar pelayaran sejak perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah.
Selain itu, infrastruktur energi penting di Iran maupun negara-negara Teluk di sekitarnya turut menjadi sasaran serangan. Dampaknya langsung terasa di pasar global, dengan harga minyak melonjak sekitar 50% sejak awal perang, memicu kekhawatiran akan guncangan ekonomi dunia.
Korban jiwa pun terus bertambah. Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas, sebagian besar berada di Iran dan Lebanon. Di dalam negeri AS, warga mulai menunjukkan kekhawatiran meningkat terhadap potensi meluasnya konflik, terutama karena lonjakan harga yang signifikan.
Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan hampir dua pertiga warga AS percaya Trump akan memerintahkan pengerahan pasukan dalam perang darat skala besar. Namun, hanya 7% responden yang mendukung langkah tersebut.
Di medan tempur, militer Israel pada Jumat menyatakan telah melancarkan dua gelombang besar serangan udara ke Teheran dan wilayah Iran tengah. Serangan tersebut menargetkan fasilitas produksi senjata serta lokasi penyimpanan peluncur dan komponen rudal balistik.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal ke Israel, memicu sirene peringatan di Tel Aviv dan Yerusalem. Ledakan terdengar di kedua kota tersebut akibat sistem pertahanan udara yang mencegat rudal-rudal masuk.
Sebuah foto yang dirilis kepolisian menunjukkan serpihan rudal Iran jatuh di Yerusalem, tepat di luar Kota Tua yang menjadi kawasan suci bagi umat Kristen, Yahudi, dan Muslim. Tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.
Di kawasan Teluk, serangan juga menyasar fasilitas energi. Perusahaan minyak negara Kuwait melaporkan kilang Mina Al-Ahmadi mengalami beberapa serangan drone yang menyebabkan kebakaran di sejumlah unit produksi. Kilang ini menjadi target terbaru dalam rangkaian serangan Iran terhadap infrastruktur energi.
Trump menyatakan bahwa AS hampir mencapai tujuannya dalam perang ini, termasuk melemahkan kekuatan militer Iran dan mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir. Ia juga membuka kemungkinan untuk mengurangi operasi militer.
Namun, Trump secara terbuka mengecam sekutu-sekutu AS.
Ia menyebut mereka sebagai "pengecut" karena menolak membantu membuka kembali Selat Hormuz di tengah konflik yang, menurutnya, tidak pernah mereka konsultasikan sebelumnya.
Sejumlah sekutu memang menyatakan siap bergabung dalam "upaya yang tepat" untuk memastikan keamanan jalur pelayaran di selat tersebut. Namun, negara seperti Jerman dan Prancis menegaskan bahwa pertempuran harus dihentikan terlebih dahulu sebelum langkah itu dilakukan.
Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan disebut akan berbicara langsung dengan Trump untuk membahas situasi tersebut.
Sementara itu, pemerintah Inggris telah memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya di Inggris guna melancarkan serangan terhadap situs rudal Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz.
(luc/luc)
Addsource on Google

3 hours ago
1
















































