Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap fasilitas ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg. Di saat yang sama, ia juga mendesak negara sekutu untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global.
Pernyataan tersebut muncul ketika perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga. Trump mengeklaim serangan udara AS sebelumnya telah menghancurkan sebagian besar fasilitas di pulau tersebut yang menjadi pusat ekspor minyak Iran.
"Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi," kata Trump dikutip dari Reuters, Minggu (15/3/2026).
Komentar tersebut menandai eskalasi baru dalam konflik yang sebelumnya disebut Trump hanya menargetkan fasilitas militer di Pulau Kharg. Sejumlah sumber menyebut pemerintahan AS juga menolak upaya sekutu di Timur Tengah yang mencoba mendorong dimulainya negosiasi diplomatik.
Konflik yang berkepanjangan memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Iran memiliki kemampuan untuk mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Foto: SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA
Smoke rises from the U.S. embassy building, after Iraqi security sources said the embassy was hit in a missile attack, in Baghdad, Iraq March 14, 2026 in this screen grab obtained from a social media video. SOCIAL MEDIA/via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NEWS USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVES. BEST QUALITY AVAILABLE. VERIFICATION - Reuters was able to confirm the video from the shape and location of buildings and a water body which matched file and satellite imagery of the area. Date was verified by Iraqi security sources and media reports. Multiple corroborating videos showed smoke rising from the building. No older versions of the video were found posted online before March 14
Harga energi pun melonjak seiring perang memicu gangguan besar terhadap pasokan minyak global. Para analis memperkirakan gejolak di pasar energi kemungkinan masih akan berlangsung dalam waktu lama.
Melalui unggahan di media sosial, Trump meminta negara-negara yang bergantung pada minyak yang melewati Selat Hormuz untuk ikut menjaga keamanan jalur tersebut.
"Negara-negara yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur itu, dan kami akan membantu," tulis Trump.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan, Teheran akan membalas setiap serangan yang menargetkan fasilitas energi negaranya.
Pasukan Garda Revolusi Iran juga mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap target di Israel serta tiga pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Serangan itu disebut sebagai putaran pertama balasan atas korban tewas di kawasan industri Iran.
Militer Israel mengatakan pihaknya sedang mencegat sejumlah serangan yang masuk. Di sisi lain, Arab Saudi menyatakan berhasil menghancurkan 10 drone yang terbang menuju wilayah Riyadh dan kawasan timur negara tersebut.
Serangan drone juga dilaporkan mengganggu pusat energi utama di Uni Emirat Arab. Sementara itu, pemerintah AS mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk segera meninggalkan Irak.
Perang yang dimulai pada 28 Februari oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar berada di Iran menurut laporan pemerintah dan media negara setempat.
Ketegangan geopolitik juga memperburuk kondisi pasar energi. Operasi pemuatan minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab, sempat dihentikan setelah serangan drone yang mengguncang pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia tersebut.
Trump juga meminta sejumlah negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan dan Inggris untuk mengirim kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz. Namun hingga kini belum ada negara yang secara langsung menyatakan akan memenuhi permintaan tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyatakan, Selat Hormuz seharusnya tetap ditutup. Pernyataan ini semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas jalur perdagangan energi global.
(wur)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































