Tok! Bahlil Berikan Relaksasi Terukur Peningkatan Produksi Batu Bara

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan untuk memberikan relaksasi terukur produksi batu bara nasional. Hal itu akan diatur melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Menurutnya, hal ini dilakukan dalam rangka merespons meningkatnya harga jual batu bara global seiring eskalasi geopolitik global.

Bahlil menyebutkan, relaksasi produksi batu bara dalam negeri bisa memberikan keuntungan baik untuk negara, pengusaha, maupun masyarakat.

"Terkait dengan RKAB, termasuk batu bara kita perhatikan betul kecenderungan daripada geopolitik ketegangan Timur Tengah, fluktuasi global, maka idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat berkepentingan untuk harga bagus, produksi kita juga banyak supaya pengusaha untung, negara untung, rakyat dapat dampak positif. Atas dasar itu kita akan berikan relaksasi yang terukur, artinya kalau harga bagus, kita tingkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentik, kita akan mulai bikin kebijakan agar supply demand bisa dijaga," paparnya usai pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan COO Danantara Dony Oskaria di Gedung DPR, Senin (08/06/2026).

Menurutnya, dengan tren harga batu bara yang meningkat saat ini, peningkatan produksi akan menguntungkan negara.

"Nah untuk harga global kita akan melihat kalau harganya bagus ya kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Tujuannya apa kita juga ingin mendapatkan harga yang baik dan devisa kita bisa masuk," ujar Bahlil.

Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi geopolitik global terhadap harga batu bara dunia.

"Nanti kita lihat perkembangannya," tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya telah menetapkan produksi dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton. Ini berarti, target produksi batu bara pada 2026 ini turun 24% bila dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2025 yang tercatat mencapai 790 juta ton.

Perlu diketahui, harga batu bara dunia melesat sepanjang minggu ini dan semakin mendekati level US$150 per ton.

Berdasarkan data Refinitiv per Jumat (5/6/2026) harga batu bara dunia dengan kontrak pengiriman dua bulan tercatat di US$147,5 per ton atau naik 0,31% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga batu bara kini memang sudah jauh meningkat dibandingkan awal tahun. Pada 1 Januari 2026, harga batu bara malah terpantau masih berada pada level US$104,85 per ton. Lalu, semakin melejit terutama ketika Perang Israel-Iran pecah pada 28 Februari 2026 lalu.

Pada 3 Maret 2026, harga batu bara langsung melejit ke level US$ 138 per ton dari 27 Februari 2026 sebelum perang sebesar US$116,9 per ton.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |