Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto didampingi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf saat meninjau Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Waspada/Ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH TAMIANG (Waspada.id): Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meninjau langsung Hunian Danantara (Huntara) yang dibangun di Kampung Opak, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) serta jajaran pemerintah daerah dan manajemen Danantara.
Prabowo tampak masuk ke beberapa unit rumah, memeriksa kondisi bangunan, tata ruang, serta fasilitas dasar yang tersedia bagi calon penghuni.
Saat ini, sebanyak 198 unit rumah telah selesai dibangun dalam waktu relatif singkat, yakni hanya 8 hari, sejak 24 Desember hingga 1 Januari 2026. Danantara menargetkan percepatan pembangunan dengan total 600 unit rumah siap pada 8 Januari 2026 di lokasi yang sama.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan, masyarakat sudah dapat mulai menempati hunian tersebut mulai 8 Januari mendatang.
“Pada tanggal 8 Januari masyarakat sudah bisa menempati hunian ini. Selanjutnya, dalam waktu tiga bulan ke depan, kami menargetkan 15 ribu unit rumah selesai dibangun untuk mendukung pemulihan pascabencana. Untuk penempatannya kami serahkan ke Pak Bupati,” ujar Dony.
Presiden Prabowo dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana adalah bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan rakyat tidak dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian.

“Kalau kita selalu melihat dari sudut negatif, maka gak akan maju. Kita tidak datang dibilang tidak peduli. Kita datang malah dicari-cari kesalahan. Pejabat datang itu untuk melihat apa kekurangan, apa masalah dan apa yang bisa dibantu,” kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menerima kritik, hujatan, bahkan fitnah, tanpa kehilangan semangat untuk bekerja bagi rakyat.
“Seorang pemimpin harus siap dihujat dan difitnah. Tidak boleh kita terpengaruh dengan itu dan patah semangat. Semua itu kita terima dan itu merupakan koreksi untuk kita, walaupun itu fitnah dan tidak benar,” ujarnya.
Menurut Prabowo, rakyat Indonesia menilai kepemimpinan bukan dari retorika, melainkan dari bukti nyata di lapangan. Dan hari ini ia buktikan dalam waktu 8 hari ratusan hunian selesai dan cukup baik. “Fokus kita adalah bagaimana mengurangi penderitaan rakyat kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kritik dan suara nyinyir harus dijadikan penguat agar pemerintah terus bekerja lebih baik.
“Sekali lagi, kita tidak datang salah, kita datang, malah dicari-cari kesalahan kita. Padahal kita datang untuk membantu,” tambah Prabowo.
Presiden menekankan bahwa tanggung jawab pemerintah mencakup nasib 280 juta rakyat Indonesia, sehingga penanganan bencana harus dilakukan secara gotong royong dan melibatkan semua pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk jembatan dan fasilitas pendidikan.
“Jembatan yang biasanya selesai satu bulan, kita selesaikan 10 hari itu sudah luar biasa. Kita juga mempercepat agar anak-anak bisa kembali sekolah,” katanya.
Ia berharap pemulihan di tiga provinsi terdampak dapat diselesaikan secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Tiga provinsi ini kita harapkan pemulihannya cepat selesai. Tujuan kita satu, secepatnya mengurangi penderitaan rakyat,” pungkas Prabowo. (id16)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































