Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Aktivitas belanja masyarakat diproyeksikan kembali mengalami penurunan setelah lonjakan konsumsi pada awal Ramadhan mulai mereda. Dampaknya, sejumlah harga komoditas pangan, khususnya cabai, terpantau mengalami penurunan cukup dalam di beberapa daerah.
Dari hasil pengamatan di lapangan, pada awal Ramadhan terjadi peningkatan konsumsi yang cukup tajam, terutama untuk komoditas daging ayam dan daging sapi. Lonjakan pembelian berlangsung sejak Jumat pekan lalu hingga Selasa (17/2). Namun setelah periode tersebut, sebagian pedagang lauk memilih menutup lapak sementara karena daya beli mulai melandai.
Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging sapi di Kota Medan relatif stabil di kisaran Rp143.000 hingga Rp151.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam berada di level Rp45.500 per kilogram. Kedua komoditas tersebut tercatat tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan Rabu (18/2).
Meski stabil, harga daging masih tergolong tinggi. Pengamat Ekonomi Sumut yang juga Ketua Tim Pemantau Harga Kebutuhan Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, menilai harga daging berpeluang mengalami koreksi terbatas seiring proyeksi penurunan konsumsi pasca awal Ramadhan.
“Setelah euforia belanja di awal Ramadhan, biasanya konsumsi akan melandai. Dengan permintaan yang lebih rendah, harga daging berpotensi turun tipis, setidaknya hingga sepekan menjelang Idul Fitri,” ujar Gunawan.
Penurunan harga lebih terlihat pada komoditas cabai. Di Kota Medan, harga cabai merah rata-rata masih stabil di kisaran Rp35.500 per kilogram. Namun di sejumlah wilayah Deli Serdang, penurunannya cukup signifikan.
Di Pasar Tradisional Tanjung Morawa, harga cabai merah anjlok menjadi Rp23.000 per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp33.000 per kilogram. Cabai rawit juga turun ke kisaran Rp27.000 per kilogram dari Rp29.000 per kilogram.
Sementara cabai hijau berada di level Rp15.000 per kilogram, stabil dibanding sehari sebelumnya, namun sudah turun sekitar 50 persen dibanding harga 9 Februari yang sempat menyentuh Rp30.000 per kilogram.
Cabai caplak juga ikut terkoreksi menjadi Rp50.000 per kilogram dari posisi Rp70.000 per kilogram pada awal pekan.
Menurut Gunawan, penurunan harga cabai ini bersifat sementara dan lebih dipengaruhi oleh turunnya intensitas belanja masyarakat setelah fase awal Ramadhan.
“Penurunan ini lebih karena faktor permintaan yang menurun. Biasanya pola konsumsi akan kembali normal sekitar H+3 setelah Idul Fitri. Jadi potensi kenaikan kembali tetap ada,” jelasnya.
Sementara itu, harga komoditas lain seperti sayur-sayuran, beras, gula pasir, dan minyak goreng curah terpantau relatif stabil. Bahkan, gula pasir dan minyak goreng curah berpeluang mengalami penurunan harga meski konsumsi kedua komoditas tersebut meningkat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Secara umum, kondisi pasokan pangan di Sumatera Utara masih dalam kategori aman. Namun dinamika harga tetap sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat dan momentum musiman selama bulan puasa hingga Lebaran. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































