Sudah Nonton Backroom? Ini Alasan Lorong dan Koridor Sepi Bikin Takut

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernah berada di lorong tak berujung, dinding berwarna kusam, di bawah sinar lampu neon yang berdengung? Dalam bahasa gaul internet, ruang seperti itu diberi nama liminal space atau "ruang ambang". Ruang tersebut membuat bulu kuduk berdiri dan menimbulkan perasaan gelisah meskipun tidak ada "hantu" atau "monster" yang muncul tiba-tiba.

Konsep soal ruang liminal baru-baru ini makin trendi seiring dengan popularitas film berjudul Backroom yang diproduksi oleh studi A24. 

Ternyata, rasa takut itu bukan sekadar imajinasi. Ada penjelasan ilmiah dan psikologis mengapa ruang kosong begitu mengganggu pikiran manusia.

Konsep ruang ambang atau liminal space biasanya adalah lokasi yang berfungsi sebagai jalan lewat, bukan tempat untuk berdiam lama-lama. Contohnya adalah lorong sekolah saat malam hari, ruang tunggu rumah sakit yang sepi, atau koridor rumah ibadah di pagi buta.

Secara harfiah, "ambang" berarti batas antara dua keadaan. Di ruang ini, manusia merasa "tidak di sini, tapi juga tidak di sana". Manusia terjebak di tengah perubahan, tanpa arah yang jelas.

Menurut IFL Science, adalah beberapa alasan ruang ambang seperti yang menjadi latar film Backrooms begitu menakutkan:

1. Terasa Kenal, tapi Aneh

Ilmuwan menyebut efek ini sebagai uncanny valley atau efek "Lembah Aneh." Ruangannya terlihat persis seperti tempat yang pernah sering kita kunjungi, tetapi ada sesuatu kecil yang berbeda. Efek yang sama terjadi ketika kita melihat boneka atau badut. Mainan-mainan tersebut mirip manusia, tetapi berbeda.

Otak kita terus mencari pola dan logika, namun gagal menemukannya. Boneka punya mata seperti manusia, tetapi tatapannya terasa kosong atau senyum badut yang terlalu lebar. Ketidakcocokan kecil ini memicu rasa curiga dan cemas yang tak bisa dijelaskan.

Secara alami, otak bekerja dengan cara memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat melihat lorong, kita berharap ada pintu, ujung jalan, atau orang lain. Adegan dalam film Backrooms, semua ekspetasi itu tak terpenuhi. Lorong berulang terus, tak ada jalan keluar, dan tak ada tanda kehidupan. Kesalahan prediksi ini membuat otak kita terus waspada dan melepaskan sinyal bahaya meskipun tak terlihat ancaman fisik apa pun.

2. Terjebak Tanpa Teman

Manusia adalah makhluk sosial. Keberadaan orang lain di sekitar kita biasanya menenangkan. Namun pada situasi tak ada suara, manusia merasa terasing dan rentan.

3. Rasa Tak Berujung dan Tak Berdaya

Horor di film Backrooms bukan soal makhluk buas yang mengejar, melainkan perasaan bahwa ruang itu sendiri yang menjadi musuh. Manusia bisa berjalan berhari-hari tetapi tetap berada di tempat yang sama. Rasa terjebak tanpa jalan keluar memicu ketakutan paling dasar manusia. takut hilang arah dan takut tak berdaya mengubah keadaan.

Banyak orang mengaku merasakan dejavu merasa seperti "pernah ke sini dulu" atau teringat mimpi buruk yang sama-tempat sepi.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |