Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengusahaan Batam Amsakar Achmad mengoreksi yang menyebut bahwa Batam merupakan limpahan investasi pusat data dari Singapura, yang benar adalah mitra untuk bertumbuh.
Amsakar menegaskan bahwa terkait perusahaan asing yang ingin investasi pusat data di Batam adalah murni ketertarikan investor, bukan merupakan limpahan dari Singapura.
"Ya saya pertama saya ingin melakukan koreksi untuk menyebut Batam sebagai overflow Singapura. Saya kira ini terminologi yang mesti kita luruskan, yang tepat sekali lagi saya ingin mengatakan bahwa Batam-Singapura ini adalah growth partner, teman kita untuk saling bertumbuh," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
"Nah kemudian apa yang jenuh (investasi) di sana akan di takeover ke Batam ini juga tidak benar. Untuk data center, sepanjang pengetahuan saya ini memang dari awal itu tertarik di Batam," lanjutnya.
Amsakar menjelaskan ketertarikan investor untuk mendirikan pusat data di Batam karena memang daya dukung, fasilitas dan infrastruktur cukup memadai di Batam.
"Ada persoalan kebutuhan lahan, kita punya. Ada persoalan ketersediaan air bersih, kita siap support setelah bekerjasama dengan pihak investor. Ada masalah dengan kelistrikan, listrik kita juga tidak memadai," imbuhnya.
Amsakar kembali menegaskan bahwa kerja sama antara Batam dan Singapura berjalan dengan baik dan terus berlanjut.
"Iya kerja sama terus berlanjut dan untuk tipologi investasi, Singapura ini nomor satu terbesar yang berinvestasi di Batam," imbuhnya.
Amaskar membeberkan ada investasi Rp120 triliun untuk 20 proyek pusat data masuk ke Batam dengan kapasitas 500 Mega Watt (MW).
Selain itu, untuk infrastruktur digital saat ini daya dukungnya cukup besar. dengan terpasangnya kabel landing station di kawasan Nongsa. Kemudian juga Indonesia Cable Express, Nongsa Changi Cable System dan Singapore Cable System.
"Jadi untuk memulai operasional data center itu, itu beberapa infrastruktur pendukungnya sudah mulai bekerja di Batam. Nah ini memberikan daya ungkit tersendiri dan mengubah sedikit konfigurasi tren investasi Batam yang selama ini dominan pada industri manufaktur, sekarang sudah sedikit melakukan bertransformasi ke arah data center atau industri AI ini," jelasnya.
(wia)
Addsource on Google

4 hours ago
2

















































