Sampai Geleng-Geleng, Prabowo Ngaku Ada yang Bolak-Balik Mau Nyogok

1 day ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto bercerita bahwa ada pihak yang mencoba menyogok dirinya untuk memuluskan suatu urusan. Saat itu Prabowo juga merasa heran atas upaya sogok yang dilakukan hingga beberapa kali itu.

"Aku satu tahun saja jadi presiden geleng-geleng kepala juga. Saya berapa kali mau disogok bolak-balik datang minta ini itu," kata Prabowo, saat acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Dia menegaskan posisinya akan terus menegakkan peraturan atas kepentingan bangsa dan negara. "Saya ndak ikut yang lain-lain," katanya.

Selain itu Prabowo juga bercerita bahwa dirinya enggan terlibat dalam pemberian sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan. Seperti beberapa waktu lalu, ada laporan daftar pilihan perusahaan yang melanggar dan mau dicabut izin operasinya.

"Saya bilang saya nggak mau, saya nggak mau lihat itu karena saya takut ada teman saya di situ. Iya kan, Nggak enak bisa terpengaruh saya. Begitu lihat daftar, oh aduh teman saya. Begitu lihat lagi eh ini Gerindra lagi. Jadi lebih baik saya nggak lihat, enggak mau tahu," kata Prabowo.

Prabowo juga menyerahkan keputusan untuk pemberian sanksi perusahaan-perusahaan 'nakal' ini kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Jadi kalau mau dicabut ya salahkan saja Jaksa Agung ya kan. Memang kalian menteri-menteri, kalian diangkat untuk dihujat. Nggak apa-apa, saya nggak mau baca, kalau saya nggak mau berpengaruh," kata Prabowo.

"Kemarin ada menteri bapak pelajari ini, ada nama-namanya, jangan-jangan saya takut ada teman saya di situ, atau anggota Gerindra ya kan," tambahnya.

Prabowo memberikan arahan tegas kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan penindakan secara tegas kalau ada pelanggaran, tanpa perlu menunggu adanya arahan.

Menurut Prabowo sebagai pembantu di kabinetnya harus menjalankan amat dari Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 tentang sistem perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaan, dimana cabang produksi penting dikuasai negara dan untuk kemakmuran rakyat.

"Mereka tanya, Pak apa petunjuk? yang melanggar tindak, sederhana," tegas Prabowo.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan ada pihak yang ingin menyogok presiden, sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 16,5 triliun. Hal itu diungkapkan Hashim saat menghadiri acara Indonesia Berdoa yang digelar FORMAS di Kuningan City, Jakarta Selatan, Sabtu (18/10/2025).

Mulanya, dia mengatakan kalau beberapa bulan lalu, Prabowo meneleponnya ketika malam Minggu. Prabowo menanyakan aktivitas Hashim dan lantas dijawab sedang membaca buku.

"Kenapa telepon? 'Saya mau cerita aja, saya baru mau disogok orang'," kata Hashim menirukan omongan Prabowo.

Hashim lantas bertanya kepada Prabowo perihal nominal uangnya. Prabowo lantas menjawab US$ 1 miliar.

"Ya Pak Fahri (Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah) sudah dengar ya ceritanya. Saya buka aja. Orang-orang nekat, presiden kita mau disogok US$ 1 miliar dolar," ujar Hashim.

Ia lantas menanyakan respons Prabowo terhadap tawaran tersebut. Prabowo, menurut Hashim, menolak.

(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |