Saham Konglo Berguguran Gara-Gara MSCI: Siapa Paling Menderita?

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Koreksi tajam melanda saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar pada perdagangan hari ini. Emiten yang sebelumnya menjadi motor penggerak indeks, seperti Grup Barito (BREN, BRPT, CUAN), Grup Bakrie (BUMI, ENRG), Grup Sinar Mas (DSSA), hingga Agung Sedayu (PANI), mengalami tekanan jual signifikan hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB).

Berikut adalah list saham-saham yang terkorelasi dengan MSCI

Dampak Sentimen Negatif MSCI

Penurunan serentak ini merupakan respons langsung pasar terhadap pengumuman MSCI yang membekukan penyesuaian bobot indeks untuk sekuritas Indonesia. Keputusan ini didasari oleh kekhawatiran investor global mengenai transparansi struktur kepemilikan saham.

Sentimen ini memicu keraguan terhadap validitas valuasi premium yang selama ini melekat pada saham-saham tersebut. Tanpa adanya kepastian arus dana asing dari indeks global, saham-saham ini berisiko mengalami penyesuaian valuasi kembali ke level fundamentalnya, yang memicu aksi lepas saham oleh investor institusi maupun ritel.

Risiko Likuiditas dan Skenario IHSG 6.000

Tantangan utama yang dihadapi pasar saat ini adalah risiko likuiditas. Dengan mayoritas saham konglomerasi tersebut ditutup pada posisi ARB dengan antrean jual yang menumpuk tanpa pembeli, investor menghadapi kesulitan untuk merealisasikan penjualan.

Jika tekanan jual terhadap emiten berbobot besar ini berlanjut pada perdagangan esok hari, stabilitas IHSG akan semakin teruji. Riset CNBC Indonesia sebelumnya memproyeksikan bahwa jika saham-saham konglomerasi ini terus terkoreksi tajam atau keluar dari perhitungan bobot utama, IHSG memiliki potensi risiko terseret menuju level 7.001 bahkan lanjut ke level 6.000-an. 

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |