Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan akan terus berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan perusahaan penyedia indeks pasar saham global MSCI Inc. (MSCI) terkait pengumuman hasil konsultasi terkait penilaian free float saham-saham Indonesia di indeks bergengsi dunia.
MSCI memutuskan untuk membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham atau Number of Shares (NOS) hasil peninjauan indeks maupun aksi korporasi. Selain itu, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) serta menahan migrasi naik antar segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Setelah pengumuman tersebut pasar langsung merespons negatif dengan gelombang aksi jual besar-besaran di saham-saham Indonesia, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,34% atau nyaris mendekati level trading halt pada akhir sesi perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (28/1/2026).
Menindaklanjuti pengumuman MSCI, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan otoritas bursa saham RI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI.
"Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor," ujar Corporate Secretary Kautsar Primadi lewat keterangan resmi, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (28/1/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, BEI menyebut akan berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI. Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global.
"Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya," ungkap Kautsar.
Selanjutnya, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi. Melalui koordinasi yang berkesinambungan tersebut, BEI merasa optimistis dapat terus memperkuat daya saing Pasar Modal Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Pasar Modal nasional.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1
















































