Target Pajak 2026 Bocor Rp 562,4 T, Ini Jurus DJP

2 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkapkan terdapat celah Rp 562,4 triliun dalam penerimaan negara untuk mengejar target pada tahun 2026.

Berdasarkan data DJP, terdapat selisih dari target penerimaan pajak sebesar Rp 2.357,7 triliun dengan basis kepatuhan sukarela sebesar Rp 1.795,3 triliun. Dengan demikian, ada gap yang harus dikejar guna menutup target tersebut.

Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan pihaknya akan mengambil sejumlah langkah untuk menutup celah tersebut. Utamanya, dengan mempertahankan basis pajak yang sudah ada serta melakukan ekstensifikasi.

"Kita pertahankan bahan baku voluntary compliance yang sekitar Rp1.790 triliunan di luar itu yang Rp 562,4 triliun itu akan kita ambil dengan ekstensifikasi. Kita banyak melihat potensi-potensi yang masih belum tergali," ujar Bimo saat ditemui di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026).

Tak hanya itu, Bimo pun mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak yang seharusnya membayar pajak secara rutin baru berada di kisaran 80%. Sisanya, masih belum konsisten dalam pelaporan dan pembayaran SPT Tahunan.

Untuk menutup celah tersebut, DJP akan mengedepankan pendekatan persuasif melalui pengingat atau reminder dan nudging berbasis sistem digital.

"Banyak sekali kepatuhan-kepatuhan yang tadi masih bolong-bolong dari wajib pajak yang seharusnya membayar rutin baru 80% yang bayar rutin yang lainnya masih bolong-bolong di SPT masa bulanannya Itu akan kita remind, akan kita nudging dengan mesin," ujarnya.

Langkah lainnya yang akan ditempuh untuk menutup celah pajak juga dilakukan dengan mengoptimalisasi peran Account Representative (AR). Yakni memberikan AR wewenang untuk menetapkan Surat Ketetapan Pajak.

"Kalau nanti mereka kita naikkan difungsionalisasikan sebagai pemeriksa rumpun AR Mereka akan bisa menerbitkan SKP untuk pemeriksaan sederhana kantor ,aupun pemeriksaan sederhana lapangan yang selama ini ter neglect dan kami harap juga akun representatif kami itu bisa lebih inovatif Bisa lebih semangat menggali potensi," ujarnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |