Sah! RI-Jepang Teken Kerja Sama Kembangkan Mineral Kritis-Nuklir

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia bersama Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang resmi menyepakati kerja sama bilateral di sektor mineral kritis dan energi nuklir.

Hal itu tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) sebagai langkah kedua negara dalam memperkuat ketahanan rantai pasok energi dan mendukung transisi menuju emisi nol bersih di kawasan Asia Pasifik.

Dalam acara Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia membuka pintu bagi pemerintah maupun pelaku usaha Jepang untuk berkolaborasi mengelola kekayaan alam strategis di Tanah Air.

"Saya sangat menyambut baik tentang memorandum yang kita hari ini tandatangani, khususnya di bidang mineral kritis, kami sangat terbuka, kami dengan senang hati untuk meminta kepada pemerintah Jepang maupun teman-teman pengusaha Jepang untuk bisa mengelola bersama-sama mineral kritis kami yang ada di Indonesia," ungkap Bahlil di Tokyo, Jepang, dilansir dari keterangan resmi, dikutip Senin (16/3/2026).

Menurutnya, kerja sama di sektor mineral kritis tersebut bisa memperkuat rantai pasok global di tengah ketegangan geopolitik saat ini. Indonesia sendiri menawarkan berbagai komoditas yang menjadi material utama dalam pengembangan teknologi energi bersih dan industri masa depan.

"Kita tahu bahwa Indonesia mempunyai cadangan 43% dari total nikel dunia, dan juga kita menjadi pemain bauksit salah satu terbesar, timah, dan juga punya tembaga. Saya persilahkan, ada logam tanah jarang, jadi kalau mampu kita bisa implementasikan, saya pikir itu adalah hal yang baik," imbuhnya.

Selain dari sektor pertambangan, kedua negara juga menyepakati kolaborasi di bidang energi nuklir yang difokuskan pada pemanfaatan teknologi rendah karbon dengan standar keselamatan tinggi.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Ryosei Akazawa menilai langkah pengamanan cadangan energi melalui kolaborasi lintas negara diperlukan saat ini.

"Di tengah situasi krisis global saat ini, penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama demi menjaga ketahanan energi. Jepang sendiri telah menyiapkan cadangan energi strategis sebagai langkah antisipasi," ujar Akazawa.

Ke depan, kedua negara akan melanjutkan diskusi terkait penguatan ketahanan energi kawasan, termasuk kerja sama pada rantai pasok LNG dan batu bara, serta percepatan proyek transisi energi di bawah kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC), seperti operasional PLTP Sarulla dan penyelesaian PLTSa Legok Nangka.

Kerja sama antara Indonesia dan Jepang tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi di kawasan Indo-Pasifik.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |