Presiden Tak Mau Disetir Amerika dan China, Blak-Blakan Bilang Begini

1 hour ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara terkuat di dunia saat ini tengah berlomba mendominasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta chip canggih sebagai penopangnya. Di tengah sengitnya persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta ambisi Eropa untuk berdaulat secara teknologi, Taiwan memegang peran krusial sebagai pusat rantai pasok global melalui TSMC, produsen chip kontrak terbesar di dunia.

Di sisi lain, posisi Taiwan berada di tengah pusaran konflik geopolitik yang rumit, bergesekan dengan China yang mengklaim wilayah tersebut, sekaligus menghadapi tekanan dari AS yang menuntut diversifikasi produksi chip.

Ketegangan Geopolitik dan Tekanan AS

Taiwan terjepit di antara kepentingan para kekuatan besar dunia, di tengah klaim kedaulatan China yang berulang kali menegaskan bahwa pulau tersebut adalah bagian dari

wilayahnya. Sementara itu, AS yang merupakan pendukung utama dan penyedia senjata, turut mendesak Taiwan untuk mengurangi konsentrasi manufaktur chip yang terlalu terpusat di pulau tersebut.

Presiden AS Donald Trump bahkan sempat melontarkan kritik pedas, menuduh Taiwan "mencuri" bisnis semikonduktor AS. Pandangan ini dianggap tidak adil oleh Taipei. Kendati demikian, sebagai bentuk respons atas dinamika global tersebut, TSMC tetap menggelontorkan investasi masif sebesar US$265 miliar untuk membangun pabrik-pabrik di Arizona, AS.

Sikap Tegas Presiden Taiwan

Menanggapi berbagai tekanan dan dinamika global tersebut, Presiden Taiwan Lai Ching-te dengan tegas menegaskan kemandirian negaranya dalam pameran dagang SEMICON di Taipei, Selasa (1/9/2026).

Di hadapan para petinggi raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google, ia menyatakan bahwa keunggulan semikonduktor Taiwan dibangun di atas fondasi demokrasi dan supremasi hukum, menjadikannya mitra internasional yang terpercaya dan konsisten menepati janji.

Selama puluhan tahun, Taiwan telah membangun klaster semikonduktor lengkap dengan kapasitas produksi yang cepat, fleksibel, dan sangat efisien. Melalui forum tersebut, Lai menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen bekerja sama dengan berbagai negara untuk menghadapi bencana alam, pandemi, maupun pergeseran geopolitik guna mendiversifikasi risiko dan membangun rantai pasok yang tangguh.

Perspektif Washington: Menilai Ulang Kerentanan Rantai Pasok

Dari sudut pandang AS, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Ekonomi, Jacob Helberg, dalam pesan videonya di acara yang sama, menyoroti arti strategis semikonduktor bagi masa depan global.

Menurutnya, chip akan menentukan kepemimpinan AI, evolusi pertahanan, dan aturan main ekonomi global generasi mendatang. Ia juga menekankan bahwa dunia telah belajar lewat pengalaman pahit bahwa "konsentrasi tanpa ketahanan adalah sebuah kerentanan". Pernyataan itu mendasari pentingnya ekspansi manufaktur Taiwan ke AS. P

ada akhirnya, di tengah tarik-menarik kepentingan global, Taiwan berupaya tegak berdiri dengan tidak ingin didikte oleh negara mana pun, namun tetap berkomitmen menjadi mitra yang stabil, andal, dan terbuka bagi industri teknologi di seluruh dunia.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |