Jakarta, CNBC Indonesia - Jet tempur negara NATO, Polandia, berhasil mencegat sebuah pesawat pengintai militer milik Rusia di atas Laut Baltik, berjarak sekitar 30 kilometer dari lepas pantai Warsawa. Insiden ini merupakan buntut terbaru dari serangkaian pertemuan serupa yang kian sering melibatkan pesawat militer Moskow.
Mengutip TVP World, Selasa (1/9/2026), Menteri Pertahanan Polandia Władysław Kosiniak-Kamysz membenarkan kejadian ini. Jet tipe Il-20 tersebut dicegat sebelum tengah hari di utara Łeba, sebuah kota pesisir di Polandia utara.
Jet Il-20 dikenal sebagai pesawat intai militer yang secara khusus digunakan untuk mengumpulkan data intelijen mengenai sistem radar, komunikasi, dan pertahanan udara. Tapi, Polandia memastikan tidak ada pelanggaran di negaranya karena jet tersebut masih berada di atas perairan internasional.
"Rusia sekali lagi menguji sistem pencegahan dan pertahanan udara kami," tegas Kosiniak-Kamysz.
Sebenarnya, aktivitas pesawat militer Rusia yang bermanuver mendekati pantai Baltik Polandia memang dilaporkan semakin meningkat. Sebelumnya pada pertengahan Juli, jet Polandia juga harus mencegat armada udara Rusia tiga hari berturut-turut, termasuk pesawat intai Il-20 dan jet tempur Su-30.
Pencegatan pesawat Il-20 lainnya turut terjadi pada akhir Juli dan beberapa hari di awal Agustus, meski tidak ada satupun yang memasuki wilayah udara Polandia. Insiden semacam ini menjadi semakin umum sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022, di mana pesawat militer Rusia sering terbang mendekati wilayah udara NATO tanpa menyerahkan rencana penerbangan resmi atau menyalakan transponder mereka.
Penerbangan sembunyi-sembunyi yang berbahaya ini secara teratur memaksa jet tempur Polandia dan negara sekutu untuk bersiaga lepas landas guna mengidentifikasi dan memantau armada Rusia tersebut. Aktivitas militer udara Rusia di kawasan itu juga terus dipantau secara ketat melalui misi Pemolisian Udara Baltik milik NATO, di mana pesawat tempur sekutu rutin berpatroli mengamankan wilayah udara negara-negara Baltik.
Sementara itu, Polandia sendiri kini menetapkan status kewaspadaan tinggi terhadap potensi pelanggaran wilayah udara usai sebuah rudal jelajah tipe Kh-101 milik Rusia jatuh di Polandia timur saat serangan skala besar terhadap Ukraina pecah pada akhir Juli. Para pejabat Polandia membeberkan bahwa rudal mematikan tersebut mengangkut bahan peledak dalam jumlah yang signifikan.
Rudal itu diketahui meledak di sebuah ladang dekat Tarnawa-Kolonia di kawasan timur, yang berjarak sekitar 80 kilometer dari perbatasan Ukraina. Ledakan meninggalkan kawah sisa ledakan selebar beberapa meter.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2

















































