PETI di DAS Batang Natal Bebas Beroperasi

2 hours ago 2
Sumut

9 Februari 20269 Februari 2026

PETI di DAS Batang Natal Bebas Beroperasi

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BATANG NATAL (Waspada.id): Diduga kuat, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan menggunakan alat berat jenis excavator di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Natal Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus beroperasi bebas, karena memiliki beking oknum tertentu.

Pantauan wartawan di lapangan, di Desa Sipogu, ada alat berat terpantau melakukan aktivitas pengerukan material yang mengandung emas tepatnya di jalan Lintas Natal Kecamatan Batang Natal.

Pengakuan warga kepada wartawan, PETI di Desa Sipogu adalah milik inizial B warga Ampung Siala Kecamatan Batang Natal.

Selain di Desa Sipogu, ada juga di Desa Rantobi. Kedua aktivitas tambang emas ilegal itu berada di pinggiran Sungai Batang Natal.

Nasution sebagai warga setempat mengaku, aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Batang Natal bisa dipastikan tak akan bisa berhenti karena jelas Polsek setempat tutup mata.

“Kalaupun pak Kapolres sekarang masih baru, namun yakinlah tidak akan ada tindakan bagi pelaku tambang emas ilegal yang notabenenya hanya menguntungkan kelompok dan merusak lingkungan,” kata Nasution.

Tetapi Nasution tetap optimis dan yakin, Kapolres AKBP Bagus Priandy sejauh ini belum menunjukkan taringnya terhadap para pelaku tambang yang notabenenya merupakan pencuri harta negara dan pelaku pencucian uang.

Dikutip dari Detik.com, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan perputaran duit diduga terkait Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan distribusi emas ilegal Rp 992 triliun. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyelidiki temuan itu.

“PKH sendiri mengaku punya data pemetaan aktivitas bisnis oleh semua korporasi yang ada di kawasan hutan,” kata juru bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, kepada wartawan, Senin (2/2)yg lewat.

Dalam keterangan persnya, pihaknya sedang melakukan serangkaian penyelidikan, investigasi, termasuk pengumpulan data, audit yang ada di lapangan 

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, S.IK., M.Si., yang dikonfirmasi via WhatsApp Senin (09/02) mengutarakan terima kasih informasinya dan akan ditindaklanjuti pihaknya.

“Terima kasih informasinya, kita tindaklanjuti,” ujar Kapolres Madina, AKBP Bagus Priandy S.IK.M.Si.(id100)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |