Percuma Ekonomi Digital RI Besar, Meutya Ungkap Fakta Tak Terduga

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi digital di Indonesia cukup besar jika di kawasan Asia Tenggara. Indonesia mengantongi US$99 miliar pada tahun 2025, menurut laporan e-Conomy SEA tahun lalu.

"Ini artinya 1 per 3 dari total aset. Ini artinya bahwa Indonesia membentuk ASEAN. Dan kalau dunia mengatakan bahwa ASEAN ini juga akan membentuk dunia, maka peran Indonesia adalah membentuk ekonomi digital dunia real dan nyata," jelas Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Namun angka ini juga menjadi pengingat bahwa itu bukan berarti kekuatan nasional, jika belum bisa merefleksikan pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Meutya menjelaskan pembagian manfaat seharusnya dilakukan secara lebih adil. Bukan hanya dirasakan para platform besar yang berada di luar negeri saja.

Jika itu terjadi, maka Indonesia bisa berpotensi kehilangan besaran ekonomi digital. Termasuk belum menjadi kekuatan nasional Indonesia.

"Jadi angka digital ekonominya tinggi tapi tercatatnya di headquarters para platform yang jauh dari Indonesia itu ya sama aja kehilangan yang besar bukan kekuatan," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah menyinggung inklusivitas teknologi. Seharusnya penggunaan teknologi digital bukan lagi berpusat pada masyarakat tertentu, seperti di perkotaan atau pendidikan tinggi saja.

Teknologi digital sudah seharusnya bisa digunakan oleh semua pihak. Dengan begitu tidak akan ada yang tertinggal dan bisa maju.

"Mereka yang di desa, mereka yang pendidikan formalnya mungkin belum tinggi, harusnya juga dikasih kesempatan. Biar mereka tidak tertinggal Biar mereka tetap punya asa untuk bisa maju," kata Edwin.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |