Batu dari Mars Jatuh ke Bumi Dibelah, Isinya Tak Terduga

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penemuan tak terduga terungkap ketika para ilmuwan membelah batu meteorit yang berasal dari Mars dan jatuh ke Bumi. Di dalam pecahan batuan tersebut, mereka menemukan butiran mineral garnet yang sebelumnya belum pernah tercatat ada dalam sampel apa pun yang berasal dari Planet Merah.

Meteorit yang menjadi objek penelitian ini diberi nama NWA 8171 dan saat ini tersimpan dalam koleksi Museum Ontario di Kanada. Secara struktur, batuan ini tergolong sebagai basaltic breccia, yang terbentuk ketika magma mendingin dan mengeras di sekitar butiran mineral lain. Strukturnya mirip seperti bolu dengan berbagai isian di dalamnya. Karena komposisinya yang unik, meteorit ini sudah sejak lama menjadi perhatian para peneliti yang ingin memahami sejarah geologi Mars.

Penemuan garnet hampir saja terlewatkan oleh tim peneliti. Berbeda dengan garnet yang sering dikenal di Bumi yang berwarna merah menyala, jenis yang ditemukan di meteorit ini adalah varian kaya zat besi bernama andradite.

Warnanya cenderung kekuningan kehijauan menyerupai zaitun, sehingga mirip dengan mineral lain yang umum ditemukan pada benda langit dan tidak langsung mencolok saat dilihat sekilas. Awalnya tim menduga bagian tersebut adalah piroksen, mineral yang sangat umum dijumpai. Namun, analisis lanjutan membuktikan bahwa itu adalah butiran garnet dengan ukuran sangat kecil, hanya sekitar 0,8 kali 0,5 milimeter.

Di Bumi, garnet biasanya terbentuk dalam kondisi yang melibatkan panas ekstrem, tekanan tinggi, atau perubahan kimiawi yang signifikan. Selama ini, para ilmuwan belum mengidentifikasi adanya kondisi serupa di Mars yang memungkinkan pembentukan mineral tersebut.

Hal ini menimbulkan sejumlah pertanyaan penting. Apakah garnet ini terbentuk tepat di permukaan atau kerak Mars? Jika ya, proses geologi apa yang melahirkannya dan kapan peristiwa itu terjadi? Atau justru mineral ini berasal dari tempat lain dan kemudian terbawa ke Mars sebelum akhirnya menyatu dalam struktur meteorit tersebut?

"Penemuan ini akan memperluas wawasan kita mengenai proses geologi apa saja yang mungkin terjadi di planet ini," kata ahli geologi planet Tanya Kizovski dari Universitas Brock di Kanada. "Jenis batuan baru yang mengandung garnet ini bisa memberi petunjuk mengenai bagaimana Mars berubah sepanjang sejarahnya serta wawasan baru mengenai lingkungan purba yang mungkin membentuk mineral ini dan mineral lain yang berkaitan."

Garnet sendiri dikenal sebagai mineral yang sangat baik dalam merekam jejak masa lalu. Ia dapat menyimpan catatan kondisi suhu dan tekanan saat ia terbentuk, bisa digunakan untuk menentukan kapan proses tersebut berlangsung, serta sering kali mengandung sisa unsur lain yang mengungkap komposisi lingkungan tempat ia terbentuk.

Para peneliti menduga garnet ini bisa terbentuk melalui dua proses. Bisa jadi ia berasal dari jenis magma khusus yang belum diketahui keberadaannya di Mars, atau terbentuk melalui proses metamorfosa ketika batuan lama berubah bentuk akibat paparan panas dan tekanan luar biasa.

Panas dan tekanan itu sendiri bisa muncul akibat tubrukan benda langit lain ke permukaan Mars atau karena aliran magma yang naik ke lapisan kerak planet tersebut.

Meskipun sebagian data kimiawi dari pecahan batuan itu menunjukkan ciri khas Mars, tim peneliti belum sepenuhnya menutup kemungkinan asalnya dari tempat lain. Karena NWA 8171 adalah batuan yang tersusun dari berbagai jenis material, ada kemungkinan kecil butiran garnet ini terbentuk di lokasi berbeda, lalu jatuh ke Mars, dan baru kemudian tergabung ke dalam struktur meteorit ini sebelum akhirnya terlempar ke luar angkasa dan mendarat di Bumi.

Langkah penelitian selanjutnya adalah mengamati rasio isotop di dalam mineral tersebut. Jika komposisinya serupa dengan mineral lain yang sudah diketahui berasal dari Mars, dapat dipastikan garnet ini terbentuk di sana. Hal itu sekaligus akan memberikan gambaran baru mengenai sejarah geologi dalam Planet Merah.

"Temuan ini menambah dimensi baru yang menarik bagi pemahaman kita mengenai geologi Mars dan membuka jalan baru untuk melihat bagaimana evolusi planet tetangga kita ini berlangsung," ujar ahli planet James Darling dari Universitas Portsmouth di Inggris. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Geochemical Perspectives Letters.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |