Era Baru Uang Dimulai, Tether Bisa Kuasai Pasar Utang dan Emas Dunia

5 hours ago 4

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

23 June 2026 19:30

Jakarta,CNBC Indonesia - Perusahaan penerbit stablecoin, Tether, diproyeksikan bakal menjadi salah satu institusi pemegang aset terbesar di dunia pada 2030.

Saat ini, Tether tercatat menguasai sekitar US$117 miliar atau jatuh dalam bentuk obligasi pemerintah AS (U.S. Treasuries) dan 132 metrik ton emas. Angka tersebut memposisikan Tether sebagai salah satu entitas penting dalam likuiditas pasar utang global serta cadangan komoditas.

Ekspansi Masif di Pasar Obligasi AS

Meskipun kepemilikan obligasi AS milik Tether saat ini masih berada di bawah negara besar seperti Jepang (US$1,2 triliun) dan Inggris (US$927 miliar), pertumbuhan aset digital ini diperkirakan melonjak tajam. Berdasarkan analisis pasar, kapitalisasi pasar stablecoin diproyeksikan mencapai US$1,9 triliun hingga US$4 triliun pada 2030.

Dengan asumsi pangsa pasar Tether bertahan di angka 59% dan porsi cadangan obligasi AS tidak berubah sebesar 61%, kepemilikan Tether diproyeksikan mencapai US$682 miliar pada skenario dasar. Sementara itu, pada skenario optimistis, angka tersebut dapat menyentuh US$1,4 triliun, melampaui total kepemilikan Jepang saat ini.

Pertumbuhan Cadangan Emas Institusional

Selain instrumen utang, Tether juga secara agresif meningkatkan akumulasi emas fisik. Saat ini, kepemilikan emas Tether yang sebesar 132 metrik ton masih berada di bawah cadangan Inggris sebesar 310 metrik ton.

Namun, dengan alokasi cadangan emas konstan sebesar 10% dan estimasi harga emas mencapai US$5.000 per ons pada 2030, peta kekuatan ini diprediksi berubah.

Pada skenario dasar 2030, cadangan emas Tether diperkirakan meningkat menjadi 719 metrik ton. Pada skenario optimistis, jumlahnya dapat mencapai 1.514 metrik ton, yang akan menempatkan Tether jauh di atas cadangan emas Jepang saat ini sebesar 846 metrik ton.

Perkembangan ini menandai integrasi yang semakin kuat antara perekonomian digital dan sistem keuangan konvensional.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |