Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan uji coba dari program mandatori campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar, dapat direalisasikan pada tahun ini.
"Insya Allah doakan di tahun 2026 untuk biodiesel B50 sudah akan dicoba, kalau berhasil kita canangkan ke B50. Dengan demikian kalau B50 kita pakai dan RDMP (RDMP Balikpapan-jalan) maka kita tidak akan melakukan impor solar lagi di tahun 2026," terang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Konfrensi Pers Kinerja Sektor ESDM, Kamis (8/1/2026).
Dari sisi pasokan bahan baku untuk program B50, Bahlil menyatakan sangat mencukupi. Terlebih Indonesia merupakan eksportir crude palm oil (CPO) terbesar di dunia.
"Enggak ada masalah karena kita eksportir CPO terbesar di dunia. Tinggal kita lihat berapa kuota yang bisa kita ekspor, berapa yang dalam negeri," kata Bahlil dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (8/1/2026).
Bahlil menegaskan kebijakan B50 menyangkut kedaulatan energi sebagaimana diamanatkan pada Pasal 33 UUD 1945. Sehingga, ia akan selalu memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, sementara urusan pembiayaan menjadi tanggung jawab negara.
"Jadi kalau sudah bicara pasal 33 itu bicara tentang kedaulatan dan mengamankan kepentingan domestik, survival. Jadi enggak ada isu menyangkut dengan urusan biaya, itu biarlah kami pemerintah. Yang penting rakyat tahu barang ada. Gitu," katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan pemerintah tengah mempersiapkan rencana penerapan B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Jadi, kita mengharapkan B50 tahun 2026 itu bisa diimplementasikan. Ya berarti kalau B50, ketergantungan kita terhadap energi fosil itu kan bisa dikurangi," ujar Yuliot di Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Yuliot menilai penerapan B50 akan berdampak positif terhadap pengembangan energi bersih dan lingkungan sekitar. Hal ini juga sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mencapai net zero emission.
"Justru ini menjadi lebih baik ke depan. Ini bagian kita juga untuk pencapaian net zero emission," ujarnya.
Menurut dia, saat ini pemerintah masih melakukan assessment untuk memastikan ketersediaan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai bahan baku biodiesel.
Terlebih, kebutuhan FAME untuk penerapan B45 diproyeksikan sekitar 17 juta kilo liter, sementara untuk kebutuhan B50 akan meningkat menjadi sekitar 19 juta kilo liter (kl).
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

22 hours ago
4
















































