Pasar Keuangan Alami Technical Rebound, Harga Emas Stabil

4 hours ago 1
Ekonomi

Pasar Keuangan Alami Technical Rebound, Harga Emas Stabil

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan pada perdagangan hari ini, Kamis (4/3) terpantau mengalami technical rebound di tengah minimnya sentimen ekonomi besar yang dirilis. Pelaku pasar kini lebih banyak mencermati perkembangan eksternal, khususnya isu kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, sentimen pasar saat ini lebih didorong oleh kemungkinan penerapan tarif impor AS sebesar 15 persen pada pekan ini.

“Isu kebijakan tarif impor AS menjadi salah satu perhatian utama pasar. Namun, konflik Iran–AS dan Iran–Israel tetap menjadi sentimen dominan yang membayangi pergerakan pasar global,” ujar Gunawan.

Menurutnya, minimnya agenda ekonomi membuat pelaku pasar cenderung fokus pada dinamika geopolitik. Bursa saham Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas bergerak di zona hijau, mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap kondisi terkini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan tercatat menguat secara teknikal di level 7.695. Gunawan menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan mengikuti tren bursa saham Asia yang sejauh ini masih bergerak positif.

Dari pasar global, pergerakan indeks dolar AS (USD Index) terpantau melemah di kisaran 98,78. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun justru mengalami kenaikan ke level 4,096 persen.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat ke level Rp16.865 per dolar AS. Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp16.830 hingga Rp16.890 sepanjang perdagangan hari ini.

Sementara itu, harga emas dunia terpantau stabil di kisaran 5.165 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,8 juta per gram. Stabilnya harga emas terjadi di tengah konflik Iran–Israel yang telah berlangsung selama enam hari.

“Tren kenaikan harga emas untuk sementara tertahan oleh ekspektasi inflasi yang masih tinggi. Kondisi ini membuka peluang bagi bank sentral AS untuk menunda pemangkasan suku bunga acuannya,” jelas Gunawan.

Ia menambahkan, selama ketidakpastian geopolitik masih berlangsung, pasar keuangan berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan pelaku pasar bersikap lebih berhati-hati. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |