Pahami Profil Risiko, Kunci Strategi Investasi Yang Optimal

3 hours ago 2

MEDAN (Waspada.id): Banyak masyarakat mulai berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan tertentu, mulai dari menyiapkan dana pendidikan anak, membeli rumah, hingga mempersiapkan dana pensiun. Namun, sebelum menentukan instrumen investasi, ada satu hal mendasar yang kerap terabaikan, yakni memahami profil risiko pribadi.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, M. Pintor Nasution, menegaskan bahwa keberhasilan investasi di pasar modal tidak hanya ditentukan oleh pilihan produk, tetapi juga oleh kesesuaian strategi dengan karakter dan toleransi risiko masing-masing investor.

“Profil risiko menggambarkan seberapa siap seseorang menghadapi fluktuasi nilai investasi, termasuk kemungkinan kerugian. Tanpa memahami profil risiko, investor berpotensi mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangannya,” ujar Pintor.

Menurutnya, profil risiko dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tujuan investasi, jangka waktu, kondisi keuangan, tingkat pengetahuan, pengalaman, hingga faktor psikologis. Investor dengan tujuan jangka pendek, misalnya untuk membeli rumah dalam 1–3 tahun, umumnya memiliki kecenderungan lebih konservatif. Sementara investor dengan tujuan jangka panjang, seperti dana pensiun, biasanya lebih siap menghadapi risiko yang lebih tinggi demi potensi imbal hasil yang optimal.

Selain itu, kondisi keuangan pribadi juga sangat menentukan. Stabilitas penghasilan, jumlah aset, serta kewajiban finansial memengaruhi kemampuan seseorang dalam menanggung risiko. Investor dengan penghasilan tetap dan dana darurat yang memadai cenderung lebih siap menghadapi gejolak pasar dibandingkan mereka yang kondisi keuangannya belum stabil.

“Pengetahuan dan pengalaman berinvestasi juga berperan penting. Investor yang memahami mekanisme pasar modal biasanya lebih tenang dalam menyikapi volatilitas pasar dan tidak mudah panik saat terjadi koreksi,” tambahnya.

Secara umum, berdasarkan tingkat toleransi risiko, investor terbagi menjadi tiga kategori, yakni konservatif, moderat, dan agresif.

Investor konservatif cenderung mengutamakan keamanan modal dan kestabilan nilai investasi. Instrumen yang dipilih biasanya memiliki tingkat risiko relatif rendah, seperti deposito, obligasi pemerintah, atau reksa dana pasar uang.
Investor moderat berada di posisi tengah, dengan kesiapan menghadapi fluktuasi selama masih dalam batas rasional. Kelompok ini umumnya mengombinasikan instrumen pertumbuhan dan pendapatan tetap, seperti saham berkapitalisasi besar, obligasi korporasi, serta reksa dana campuran.

Sementara itu, investor agresif berorientasi pada pertumbuhan dan memiliki toleransi risiko lebih tinggi. Mereka memanfaatkan dinamika pasar untuk mengejar imbal hasil jangka panjang melalui instrumen seperti saham perusahaan bertumbuh dan reksa dana saham, meski disertai volatilitas yang lebih besar.

Pintor menekankan bahwa usia bukan satu-satunya penentu profil risiko. Tidak semua investor muda otomatis agresif, dan tidak semua investor senior harus konservatif.

“Profil risiko tetap bergantung pada tujuan keuangan, kondisi finansial, dan kenyamanan pribadi terhadap risiko. Karena itu, penting bagi investor untuk melakukan asesmen profil risiko sebelum bertransaksi,” jelasnya.

Untuk mengetahui profil risiko, calon investor dapat mengisi kuesioner yang disediakan perusahaan sekuritas, manajer investasi, maupun platform investasi digital. Setelah profil risiko diketahui, strategi investasi dapat disusun secara lebih terarah.

Diversifikasi portofolio, lanjutnya, juga menjadi langkah penting bagi seluruh tipe investor untuk mengurangi risiko. Selain itu, evaluasi dan penyesuaian portofolio atau rebalancing perlu dilakukan secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun atau ketika terjadi perubahan signifikan dalam kondisi keuangan.

“Investasi bukan soal siapa yang paling cepat mendapatkan keuntungan, tetapi siapa yang paling konsisten dengan strategi yang sesuai dengan dirinya. Dengan memahami profil risiko, investor dapat berinvestasi secara lebih rasional, terarah, dan berkelanjutan,” tegas Pintor.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan, BEI juga secara rutin menyelenggarakan program edukasi Sekolah Pasar Modal. Masyarakat yang ingin memperdalam pemahaman mengenai produk dan mekanisme pasar modal Indonesia dapat melakukan pendaftaran melalui tautan resmi BEI atau mengakses informasi lengkap melalui situs www.idx.co.id. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |