Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari (foto), menyampaikan protes tentang nasib Timnas Indonesia di Asian Games 2026.
Okto melakukan protes setelah muncul kabar Dewan Olimpiade Asia (OCA) sudah memilih 16 tim sebagai peserta cabor sepakbola putra Asian Games 2026. Kontestan cabor sepakbola putra itu diambil dari kesebelasan yang tampil di Piala Asia U-23 2026.
“Oh iya dong, pasti (protes) dong. Kan dengan dibuatnya grading tanpa kualifikasi, sehingga tiba-tiba dari banyak negara jadi 16 yang ikut kan. Berarti kan sisanya enggak ikut dari 45 negara. Sisanya itu merasa dirugikan,” kata Okto di Jakarta, Jumat (20/2).
Okto menyampaikan sudah melakukan protes secara informal. Pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari OCA soal kontestan cabang olahraga sepakbola di Asian Games 2026. Okto menjelaskan dirinya belum tahu kapan kepastian itu diberikan.
“Kami masih tunggu yang resmi. Kami tidak mau (keputusan) secara informal. Tapi secara informal kami sudah komunikasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kalau ada jawaban kami akan sampaikan ke teman-teman media,” ujarnya.
Menanggapi situasi ini, Menpora RI Erick Thohir menyebut pemerintah tetap mempersiapkan atlet sesuai prosedur. Saat ini Kemenpora tengah meninjau peluang emas yang bisa didapatkan tim Merah Putih.
“Kalau dari Kemenpora memang fokus kami untuk tahun ini ada dua. Yang pertama tentu Asian Games karena itu sudah ada Pelatnas (di beberapa cabor). Kemudian ada juga evaluasi nomor emas yang sudah hampir selesai,” ucap Erick.
Cabor sepakbola Asian Games 2026 akan bergulir pada 14 September hingga 3 Oktober 2026. Sejauh ini, informasi yang beredar adalah hanya 16 tim yang jadi peserta pada nomor putra.
Peserta cabor sepakbola putra Asian Games 2026 yang beredar di dunia maya adalah Jepang, China, Iran, Irak, Yordania, Kirgistan, Lebanon, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, Suriah, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan dan Vietnam. (id08/cnni)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































