MEDAN (Waspada.id): Antrean panjang kendaraan baik roda dua hingga truk masih terjadi hampir di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan, Binjai, Langkat, Delisrdang dan sejumlah daerah sekitar. Sejak Minggu (30/11) pagi, kendaraan mengular hingga ke badan jalan, membuat banyak pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.
Meskipun stok BBM tersedia, tingginya jumlah kendaraan yang datang bersamaan membuat proses pengisian berjalan lambat. Banyak warga mengaku harus berpindah-pindah SPBU karena antrean yang terlalu panjang, bahkan ada yang tidak kebagian giliran setelah menunggu lama.
Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN
Pantauan di beberapa SPBU menunjukkan antrean padat, seperti di SPBU Pasar Batu di Jalan Lintas Medan–Aceh, Desa Stabat Lama, serta di SPBU Perdamaian Stabat, Tandam, Delisrrdang hingga Binjai. Beberapa SPBU memang sempat mengalami jeda pelayanan karena menunggu shift pergantian tangki, namun pasokan tetap tersedia.
Di kawasan Tandam Hilir, antrean kendaraan memanjang hingga ke badan Jalan Lintas Medan–Aceh. Kondisi serupa juga tampak di sejumlah SPBU di Kota Medan.
Maulana, seorang pengendara mobil, menceritakan perjalanannya dari Stabat menuju Binjai dipenuhi antrean panjang SPBU.
“Beberapa kali saya coba masuk antrean, tapi panjang sekali. Bahkan sempat sudah lama menunggu, tiba-tiba SPBU tutup sementara karena antrian tidak bergerak. Akhirnya saya lanjut ke Medan sambil mencari SPBU yang antreannya masih bisa saya ikuti. Akhirnya dapat minyak di daerah Diski, Deliserdang,” ujarnya.
Sementara itu di Medan, antrean juga masih mengular hingga siang hari. Erzil, seorang karyawan swasta, mengaku sudah mencoba mengantre sejak pukul 10.00 hingga 14.00 namun belum mendapatkan giliran.
“Tadi saya ikut antre, tapi sebelum sampai giliran, pengisian dihentikan sementara. Katanya pasokan berikutnya masuk sekitar jam 15.00,” ujarnya.
Hingga sore hari, petugas SPBU tetap berusaha melayani pengendara secara bergiliran. Aktivitas pengisian diperkirakan kembali normal menjelang malam setelah arus kendaraan mulai berkurang.
Stok BBM Tersedia

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menyebutkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan stok BBM aman, antrean panjang yang terjadi dikarenakan kendala distribusi akibat banjir dan longsor.
“Di tengah kondisi banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan bahwa stok BBM di seluruh terminal BBM dalam kondisi aman. Meski demikian, gangguan distribusi akibat akses jalan yang terputus membuat antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU,” ujarnya.
Dia menyebutkan, Pertamina menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Kami sangat memahami beban dan kekhawatiran masyarakat. Antrean panjang di SPBU menambah tekanan di tengah situasi bencana ini,” ujarnya.
Fahrougi menegaskan bahwa tidak ada penghentian penyaluran BBM. Distribusi tetap berjalan, namun harus menyesuaikan kondisi lapangan yang sangat dinamis. Tim distribusi mengalihkan pengiriman melalui jalur alternatif dan memprioritaskan wilayah yang paling terdampak.
“Proses ini menantang karena sebagian awak mobil tangki juga terdampak banjir dan longsor,” tambahnya.
Saat ini, SPBU di Aceh dan SPBU di Sumatera Utara tetap aktif melayani masyarakat. SPBU yang berada di zona aman bahkan diupayakan beroperasi lebih lama hingga 24 jam untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam mendapatkan BBM.
Fahrougi menjelaskan bahwa antrean panjang yang terlihat di Medan dan sejumlah daerah lainnya terjadi karena pasokan yang baru masuk langsung diserbu masyarakat yang mengisi BBM secara bersamaan. Hal ini menimbulkan penumpukan kendaraan di banyak titik.
“Kami memahami antrean ini sebagai bentuk kewaspadaan masyarakat untuk menjaga kelangsungan aktivitas harian,” jelas Fahrougi.
Koordinasi dengan TNI & BPBD, Armada Tambahan Dikerahkan
Untuk mempercepat normalisasi distribusi, Pertamina telah berkoordinasi dengan TNI, BKM/DAM, dan BPBD, termasuk dalam penyediaan armada dan personel tambahan mobil tangki.
Fuel Terminal Medan dan terminal-terminal BBM di Sumut kini mulai mengirimkan BBM lebih intensif, dengan pola operasi yang dimaksimalkan. Pertamina memperkirakan proses pemerataan suplai dan pengurangan antrean akan mulai terlihat membaik dalam satu hari ke depan.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian. Hal ini dilakukan agar pasokan yang ada dapat menjangkau lebih banyak warga di wilayah terdampak.
Di beberapa SPBU, petugas juga dikerahkan khusus untuk mengatur arus kendaraan dan antrean agar tetap tertib dan aman.
Selain memastikan penyaluran BBM, Pertamina melalui program Pertamina Peduli turut menyalurkan bantuan sembako ke posko-posko pengungsian dan memberikan dukungan BBM untuk alat berat serta kendaraan evakuasi yang menangani bencana di lapangan.
Pertamina memastikan seluruh tim operasional, mulai dari fuel terminal, area sales, hingga retail sales, bersiaga penuh untuk menjaga kelancaran penerimaan, pembongkaran, dan penyaluran BBM.
Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai layanan dan penyaluran BBM melalui Call Center 135 atau kanal media sosial resmi Pertamina.
“Terima kasih atas pengertian, doa, dan kerja sama seluruh masyarakat serta pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan bencana ini,” tutup Fahrougi. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.




















































