Menaker Pamer Program Magang Nasional Dibayar Pemerintah Cuma di RI

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut Program Magang Nasional yang dijalankan pemerintah memiliki skema yang terbilang unik, bahkan belum tentu dimiliki negara lain. Pasalnya, peserta magang mendapat pembiayaan penuh dari pemerintah selama enam bulan, mulai dari uang saku hingga dukungan selama menjalani program.

Menurut Yassierli, skema tersebut sejak awal memang dirancang sebagai bagian dari stimulus ekonomi. Namun dalam perjalanannya, pemerintah melihat manfaat program ini jauh melampaui sekadar bantuan uang saku bagi peserta.

"Program magang ini mungkin tidak ada di negara lain, mungkin gitu ya, full 6 bulan ditanggung oleh pemerintah," kata Yassierli dalam Economics Update CNBC Indonesia, Jumat (3/7/2026).

Ia mengatakan, selama enam bulan mengikuti magang, peserta tak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas di perusahaan. Dari evaluasi yang dilakukan pemerintah, periode enam bulan itu dinilai memberi dampak besar terhadap kesiapan kerja peserta.

"Ternyata interaksi mereka selama 6 bulan, mereka belajar banyak hal, membangun portofolio, ikut terlibat dalam problem solving project apa, dan seterusnya. Ini ternyata luar biasa 6 bulan ini," ujarnya.

Yassierli menuturkan, respons perusahaan terhadap program tersebut juga sangat positif. Berdasarkan evaluasi Kementerian Ketenagakerjaan, mayoritas perusahaan mengaku puas terhadap pelaksanaan program magang nasional.

"Respons yang kami terima dari perusahaan, 86 perusahaan mengatakan puas dan sangat puas ya. Cukup puas mungkin sekitar 13%. Jadi hampir 98% mengatakan puas sebenarnya," tutur dia.

Ia menjelaskan, program magang ini pada awalnya disiapkan sebagai paket stimulus ekonomi agar dapat menggerakkan daya beli peserta melalui pemberian uang saku. Namun, setelah berjalan, pemerintah justru melihat program ini ikut menjawab persoalan yang selama ini kerap muncul di pasar tenaga kerja, mulai dari mismatch keterampilan hingga daya saing pekerja.

"Sebenarnya kan program ini adalah paket stimulus ekonomi ya. Jadi ini harus kita pahami memang dirancang awalnya bagaimana ekonomi bisa terstimulasi di situ, ada uang saku. Tapi ternyata ke sini, kemudian kita melihat tidak hanya itu ya ternyata, program 6 bulan mereka terpapar dengan dunia kerja memberikan banyak hal yang selama ini kita sering bertanya terkait dengan skill, mismatch skill, daya saing tenaga kerja, produktivitas dan seterusnya," jelas Yassierli.

Menurutnya, program magang menjadi salah satu cara untuk menjembatani lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja. Paparan langsung ke lingkungan kerja selama enam bulan dinilai membantu peserta memahami ritme kerja, membangun portofolio, sekaligus meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan industri.

"Dan ternyata program magang itu bisa menjawab ya tantangan itu," tukas dia.

Tak hanya itu, hasil evaluasi pemerintah juga menunjukkan adanya dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Dari data seluruh alumni angkatan pertama yang telah menyelesaikan magang selama enam bulan, sebanyak 30% di antaranya langsung ditawari bekerja oleh perusahaan tempat mereka magang.

"Bahkan angkatan pertama yang sudah selesai ya, ini bukan sampel lagi, data dari semua alumni yang sudah selesai magang selama 6 bulan, 30% mereka ditawarkan untuk bekerja di tempat pemagangan," pungkasnya.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |