Irwan H. Daulay, S.Pd.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
PANYABUNGAN (Waspada.id): Maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disebutkan sebagai cerminan kegagalan pemerintah dalam merencanakan dan menjalankan program pengelolaan usaha pertambangan daerah.
Hal itu disampaikan Tokoh Pemuda Sumatera Utara Irwan H. Daulay, S.Pd, Kamis (5/3) melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.
“Madina memiliki kekayaan mineral emas yang sangat besar. Fakta ini tidak bisa disangkal,” ujarnya.

Irwan mengaku secara terbuka mendukung aktivitas pertambangan rakyat, meskipun sebagian belum memiliki izin resmi, karena memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan menjadi penopang utama kehidupan masyarakat di tengah lemahnya investasi dan lapangan kerja baru.
“Kehadiran pertambangan tanpa izin ini telah membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, solusi tepat untuk menangani Pertambangan Tanpa Izin (PETI) bukan dengan menutup tambang atau penindakan hukum semata, melainkan dengan menata dan mempermudah sistem perizinan agar kegiatan tersebut berjalan secara legal dengan kepastian hukum yang jelas.
Namun, keseriusan untuk menyelesaikan masalah ini belum terlihat. Kondisi yang sering terjadi adalah saling melempar surat dan kewenangan antar lembaga, seolah-olah itu sudah merupakan bentuk kerja nyata.

“Jika para pemegang amanah memiliki sense of crisis terhadap persoalan ini, urusan perizinan sebenarnya tidaklah terlalu rumit,” ujar mantan aktivis asal Kota Panyabungan itu.
Irwan menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada teknis regulasi, melainkan pada kapasitas dan kapabilitas kepemimpinan.
“Tidak semua orang yang memegang jabatan memiliki kualitas kepemimpinan tersebut. Pada akhirnya, di situlah letak inti masalahnya,” tutupnya.(id100)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































