Mahasiswa dan Dosen Universitas Samudra Hadirkan Teknologi Penjernih Air Mobile untuk Korban Banjir Tamiang

12 hours ago 5
Aceh

Mahasiswa dan Dosen Universitas Samudra Hadirkan Teknologi Penjernih Air Mobile untuk Korban Banjir Tamiang Tim dosen dan mahasiswa Universitas Samudra saat foto bersama. Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TAMIANG (Waspada.id): Upaya pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Salah satunya dilakukan oleh tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Samudra yang mengembangkan sistem penjernih air mobile sebagai solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (06/03/2026).

Ketua tim pelaksana, Ida Ratna Nila, S.Pd. M.Si kepada wartawan menjelaskan, program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat yang kerap menghadapi kesulitan memperoleh air bersih setelah terjadinya banjir.

Sebagaimana diketahui, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang sering menyebabkan sumber air masyarakat tercemar lumpur dan limbah, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, tim Universitas Samudra memperkenalkan teknologi penjernih air mobile, yaitu sistem penyaringan air yang dirancang agar dapat dipindahkan dan digunakan secara fleksibel di wilayah terdampak bencana.

Tim dosen dan mahasiswa Universitas Samudra saat mengembangkan sistem penjernih air mobile sebagai solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (06/03/2026). Waspada.id/Ist

“Sistem ini dilengkapi dengan beberapa tahap filtrasi serta sumber energi dari sel surya sehingga dapat digunakan meskipun dalam kondisi darurat dengan keterbatasan listrik,” sebutnya.

Dijelaskan Ida Ratna Nila, S.Pd. M.Si, bahwa teknologi ini dikembangkan agar masyarakat dapat dengan cepat memperoleh akses air bersih ketika terjadi bencana.

“Melalui inovasi ini kami berharap masyarakat dapat memiliki alternatif solusi untuk mendapatkan air bersih secara cepat dan aman. Selain itu, kami juga memberikan pelatihan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan merawat alat ini secara mandiri,” ujarnya.

Selain memperkenalkan teknologi penjernih air, tim juga melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya sanitasi, penggunaan air bersih, serta pencegahan penyakit yang sering muncul setelah bencana banjir.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Samudra yang berperan dalam proses perancangan alat, sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan penggunaan alat, hingga pendampingan masyarakat dalam pengoperasian sistem penjernih air tersebut.

Masyarakat yang menjadi mitra yaitu Kelompok Karang Taruna Desa Sriwijaya, dalam kegiatan ini menyambut baik program yang dilaksanakan oleh tim Universitas Samudra. Mereka menilai teknologi yang diperkenalkan sangat membantu terutama ketika sumber air bersih sulit diperoleh setelah banjir.

Ketua Kelompok Karang Taruna Desa Sriwijaya, Ariono menyampaikan, keberadaan alat penjernih air tersebut sangat bermanfaat bagi warga.

“Kami sangat terbantu dengan adanya alat ini. Saat banjir biasanya air di sekitar kami keruh dan sulit digunakan. Dengan alat penjernih ini, air bisa diolah kembali sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan kepada masyarakat juga membuat warga lebih memahami cara menjaga kualitas air dan mengoperasikan alat tersebut secara mandiri.

Ditambahkan, Ida Ratna Nila, S.Pd. M.Si, melalui program ini diharapkan masyarakat di wilayah rawan bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, dapat memiliki solusi praktis dalam memperoleh air bersih ketika terjadi bencana.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi,” imbuhnya. (Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |