Warga Desa Sopobatu. Dok
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
PANYABUNGAN (Waspada.id): Dua lembaga swadaya masyarakat (LSM) melaporkan Kepala Desa (Kades) Sopobatu, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, yang diduga menyalahgunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2024 senilai Rp978.514.000, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing Natal dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Medan.
Pengurus LSM Merpati Putih Tabagsel dan LSM Genta Madina menyampaikan informasi tersebut kepada wartawan pada Kamis malam (01/01) di Loket Sintax Panyabungan, menjelang bertolak ke Medan untuk mengantar surat laporan beserta tembusannya.
Surat laporan LSM Merpati Putih Tabagsel No.01/LSM.MP/LP/I/2026 ditandatangani Ketua Khairunnisyah dan Sekretaris Siti Aminah Lubis, S.Hi. Sementara surat dari LSM Genta Madina ditandatangani Wakil Ketua Lianuddin Nasution, S.Sos dan Sekretaris Chandra Siregar.
Sebelumnya, kedua LSM telah mendesak Inspektorat Mandailing Natal untuk memeriksa kasus tersebut. Plt. Inspektorat Madina menyampaikan bahwa Kades Sopobatu akan segera dipanggil pada Januari 2026, setelah pihak LSM menyerahkan data lengkap dan dokumen pendukung serta melakukan ekspos kepada instansi tersebut.
Ketua LSM Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah, menyatakan keyakinan bahwa Inspektorat akan mengaudit ulang pelaksanaan DD TA 2024 usai menerima kuasa dari warga pada Sabtu (29/12) di Alun-Alun Kota Panyabungan. “Kami yakin Inspektorat sekarang akan mengaudit ulang pelaksanaan Dana Desa Tahun 2024 Desa Sopo Batu,” ujarnya.
Sebanyak lima kegiatan dalam pagu anggaran DD diduga fiktif, yaitu peningkatan produksi tanaman pangan (Rp45 juta), pembangunan prasarana jalan desa (Rp215,585 juta), penyelenggaraan PAUD/TK/TPQ (Rp7,2 juta), pengelolaan lingkungan hidup (Rp12,7 juta), dan penyelenggaraan festival kesenian (Rp4,6 juta).
Selain itu, kegiatan pelatihan hukum dan perlindungan masyarakat (Rp63,686 juta) tidak terlaksana, sedangkan dana keadaan mendesak (Rp120,6 juta) dan penyusunan profil desa (Rp6 juta) tidak memiliki rincian yang jelas. Hanya penyelenggaraan pos kesehatan desa (Rp3,8 juta) yang diduga direalisasikan penuh.
Total anggaran yang dicatat terpakai senilai Rp483,171 juta, dengan sisa Rp495,342 juta yang tidak memiliki rincian apapun.
Sekretaris LSM Genta Madina, Chandra Siregar, yang ditemui pada Sabtu (27/12), juga optimis Kepala Inspektorat Mandailing Natal akan segera mengevaluasi pelaksanaan DD Desa Sopo Batu yang banyak bermasalah.
Upaya mengonfirmasi kepada Kades Sopobatu, Henry Rangkuty, melalui telepon dan WhatsApp tidak berhasil karena nomornya tidak aktif. Hal ini juga dikonfirmasi Camat Panyabungan, Miswar Husein Pulungan, yang menyatakan sulit menghubungi Henry akhir-akhir ini.
“Cuma memang kegiatan non earmark dia sama seperti desa lainnya nggak cair, tapi detail kegiatan Desa Sopo Batu saya tidak hapal,” ujar Camat melalui WhatsApp pada Sabtu (27/12).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Mandailing Natal, Irsal Pariadi, menyampaikan bahwa laporan dari Camat Panyabungan terkait evaluasi pelaksanaan DD Desa Sopo Batu sudah masuk ke dinasnya.(id100)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































