Kasat Lantas Polres Aceh Tengah tinjau langsung kondisi longsor di Pondok Balek. (Waspada.id/Ist)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
TAKENGON (Waspada.id): Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Tengah, AKP Aiyub, S.E., M.H., melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanah longsor dan tanah amblas di Kampung Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas (lalin) pada ruas Jalan Blang Mancung–Simpang Balek yang menjadi akses penghubung Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Bener Meriah.
Dalam peninjauan itu, AKP Aiyub turut didampingi Reje Kampung Pondok Balek Aliono, personel Polsek Ketol, serta personel BKO Brimob Polda Aceh. Titik longsor berada di sisi kanan jalan dari arah Simpang Balek menuju Blang Mancung, tepatnya di area perkebunan milik warga.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pergerakan tanah di wilayah Kampung Pondok Balek telah terpantau sejak tahun 2002. Kondisi tersebut semakin meluas setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang terjadi pada tahun 2013, hingga membentuk lubang besar.
“Pada Minggu, 11 Januari 2026, kembali terjadi longsoran tanah dengan panjang sekitar 13 meter dan kedalaman kurang lebih 40 meter. Longsoran ini menyebabkan lubang semakin melebar dan mendekati badan jalan penghubung Kampung Blang Mancung dengan Kampung Simpang Balek,” terang Kapolres.
AKP Aiyub menegaskan bahwa hingga saat ini jalan tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada saat melintas di lokasi.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati. Apabila situasi memburuk dan jalan terpaksa ditutup, jalur alternatif telah kami siapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jalur alternatif pertama dapat diakses melalui Dusun Paya Benyet, sekitar 100 meter sebelum titik longsor di wilayah Kampung Pondok Balek. Alternatif lainnya adalah melalui jalur Kecamatan Kute Panang.

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian telah memasang garis polisi serta water barrier di sekitar lokasi longsor. Pemasangan rambu peringatan dan imbauan lalu lintas juga akan segera dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, Reje Kampung Pondok Balek Aliono mengungkapkan bahwa longsor kembali terjadi pada 26 November 2025 dan diperparah oleh longsor susulan saat gempa bumi di Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, pada 30 Desember 2025. Tingginya curah hujan serta kondisi tanah yang berpasir turut mempercepat pergerakan tanah.
“Sejak bencana alam pada 26 November 2025 hingga longsor susulan saat ini, luas tanah yang amblas diperkirakan mencapai sekitar 100 meter persegi dan terus mendekati badan jalan,” jelas Aliono.
Pihak kepolisian bersama pemerintah kampung serta instansi terkait akan terus memantau perkembangan kondisi tanah guna menjamin keselamatan masyarakat dan kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut.(id.86)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































