Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BLANGPIDIE (Waspada.id): Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), Kamis (8/1), sebagai langkah konsolidasi organisasi, sekaligus penataan ulang kepengurusan KONI Abdya, agar lebih solid, profesional dan fokus pada pembinaan prestasi olahraga.
Musorkarlub tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Abdya, Amrizal, S.Sos., unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pengurus KONI Abdya, perwakilan cabang olahraga (cabor), serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga lainnya. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Plt Sekda Abdya, Amrizal, mewakili Bupati Abdya Dr. Safaruddin, S.Sos., M.SP.
Dalam sambutannya, Amrizal menegaskan bahwa Musorkarlub merupakan forum strategis, untuk menjaga marwah dan soliditas organisasi KONI, sekaligus menentukan arah kebijakan pembinaan olahraga di Kabupaten Abdya. Ia menilai, KONI memiliki peran sentral dalam mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Abdya, kami mengapresiasi pelaksanaan Musorkablub ini. Forum ini diharapkan melahirkan keputusan-keputusan yang objektif, konstruktif dan berorientasi pada kemajuan olahraga daerah,” ujar Amrizal.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga. Menurutnya, pembinaan atlet usia dini, tata kelola organisasi yang profesional, serta manajemen yang transparan, menjadi prasyarat utama untuk meningkatkan prestasi olahraga secara berkelanjutan.
Sementara itu, tokoh olahraga Abdya, Zulkarnaini, menyampaikan penegasan penting terkait arah dan posisi KONI Abdya. Ia menegaskan bahwa KONI adalah organisasi olahraga yang harus dijaga dari kepentingan di luar olahraga, khususnya kepentingan politik praktis. “KONI Abdya tidak boleh dan tidak akan dibawa ke ranah politik. Organisasi ini murni wadah pembinaan dan pengembangan olahraga. Jika KONI dicampuradukkan dengan kepentingan politik, maka pembinaan atlet akan terganggu dan tujuan utama organisasi akan menyimpang,” tegas Zulkarnaini.
Menurutnya, Musorkablub harus dimaknai sebagai momentum memperkuat independensi KONI, menata organisasi secara sehat, serta mengembalikan fokus utama pada peningkatan prestasi atlet. Ia mengajak seluruh cabang olahraga untuk mengedepankan kepentingan olahraga di atas kepentingan kelompok atau pribadi.
Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Ketua KONI Abdya, Rusman Alian. Ia menegaskan bahwa Musorkarlub dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI, serta bertujuan menjaga stabilitas organisasi. “Musorkablub ini menjadi langkah penting untuk memastikan kepengurusan KONI berjalan sesuai aturan, tetap solid, dan mampu mengawal pembinaan olahraga di Abdya secara berkesinambungan,” ujarnya.
Selain membahas agenda utama organisasi, Musorkarlub juga menjadi ruang penyampaian aspirasi dari masing-masing cabang olahraga, khususnya terkait program pembinaan atlet, kebutuhan sarana prasarana, serta persiapan menghadapi berbagai kejuaraan olahraga ke depan.
Melalui Musorkablub ini, KONI Abdya diharapkan tampil sebagai organisasi olahraga yang kuat, independen, bebas dari kepentingan politik, serta mampu mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang membawa nama Abdya ke level yang lebih tinggi.(id82)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































