Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH TENGAH (Waspada.id): Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah kini memasuki Tahap III. Proyek strategis yang digagas oleh TNI ini bertujuan untuk membuka isolasi akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil.
Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa progres pembangunan menunjukkan tren positif sejak dimulai pada 6 April 2026 lalu. Hingga saat ini, capaian pekerjaan fisik telah menyentuh angka 7,07 persen.

“Pembangunan ini bukan sekadar membuka jalan, tetapi merupakan upaya nyata TNI dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat yang dihuni lebih dari 700 jiwa,” ujar Letkol Inf Raden Herman Sasmita, Sabtu (18/4/2026).
Pada tahap awal ini, sejumlah pekerjaan krusial telah berhasil dirampungkan. Dandim menjelaskan bahwa pembersihan lokasi dan pemasangan tali poros jembatan sudah selesai 100 persen. Begitu pula dengan penggalian lubang pondasi untuk abutmen A1 dan B1 yang telah masuk tahap pengecoran lantai pondasi.
“Untuk penggalian pondasi abutmen A2 dan B2 saat ini sudah mencapai 85 persen. Hari ini personel di lapangan fokus pada pengikatan besi pondasi, dan rencananya besok akan dilanjutkan dengan tahap pengecoran,” terangnya.
Setelah pondasi rampung, sambung Dandim, tahap berikutnya akan difokuskan pada pengecoran abutmen secara menyeluruh, pemasangan pylon, serta perakitan rangka jembatan.
”Jembatan Perintis Garuda ini dirancang dengan panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter. Dengan kapasitas tonase maksimal 1 ton, jembatan ini membentang di atas sungai selebar 90 meter yang memiliki karakteristik debit air fluktuatif,” urainya.
Letkol Raden menjelaskan, keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi solid antara personel gabungan yang terdiri dari: 5 Anggota Koramil 05/Linge, 25 Personel Yon TP 854/DK, 1 Personel asistensi Zidam Iskandar Muda, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat dan tenaga tukang ahli.

“Meski cuaca di lokasi kerap mendung pada sore hari, situasi pengerjaan dilaporkan tetap aman dan kondusif. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi permanen atas keterbatasan akses yang selama ini menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Linge,” pungkasnya.(rel)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































