Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang agen FBI ditangkap setelah diduga mencuri aset kripto senilai hampir US$1 juta (Rp17 miliar) dari akun-akun yang sedang dipantau oleh FBI.
Dokumen pengadilan yang dipublikasikan mengungkap bahwa agen tersebut melakukan aksinya karena frustrasi terhadap lambatnya tindakan pemerintah terkait penyalahgunaan akun kripto.
Agen tersebut adalah Patrick Steven Yaroch (37), anggota tim investigasi keamanan nasional FBI yang menangani penyelidikan terhadap negara yang menjadi lawan Amerika Serikat.
Menurut surat pernyataan, Yaroch menemukan kepemilikan aset kripto tersebut saat menjalankan tugasnya dan merasa frustrasi karena tidak bisa berbuat lebih banyak untuk mengganggu aktivitas seseorang yang menggunakan akun-akun kripto itu.
Dengan memanfaatkan akses internal di FBI, Yaroch diduga memindahkan aset kripto senilai lebih dari US$900.000 atau sekitar Rp16 miliar ke akun pribadinya, sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa (11/8/2026).
FBI kemudian memecat Yaroch dan menangkapnya pekan lalu. Jaksa menjeratnya dengan dakwaan terkait pengangkutan barang curian lintas negara bagian dan penerimaan barang curian.
Dokumen pengadilan tidak mencantumkan nama pengacara Yaroch. CNN menyebutkan telah menghubungi alamat email yang terhubung dengannya untuk meminta tanggapan.
Selama ini, FBI mengumpulkan berbagai informasi intelijen mengenai akun-akun kripto yang diduga digunakan oleh pelaku kriminal maupun aktor negara dari Rusia, China, dan negara lain. Namun, keputusan untuk menyita akun tersebut atau menggunakannya sebagai sumber intelijen biasanya ditentukan berdasarkan pertimbangan dari masing-masing kasus.
Surat pernyataan tersebut juga menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dan aset kripto mulai mengubah pola investigasi kriminal.
Sebulan sebelum penangkapannya, Yaroch diduga mengajukan pertanyaan kepada ChatGPT. Ia bertanya, "Jika Anda memiliki sejumlah uang (sekitar US$1 juta) dan ingin meninggalkan Amerika Serikat serta menjadi penduduk atau warga negara Uni Eropa, apa yang akan Anda lakukan?"
ChatGPT kemudian memberikan jawaban yang disesuaikan dengan usia dan gaya hidup Yaroch.
"Pada usia 37 tahun, dengan keluarga muda, tujuan untuk kemungkinan pensiun sekitar usia 40 tahun, dan ketertarikan yang jelas untuk membangun gaya hidup yang lebih tenang di kebun anggur atau pertanian di tempat-tempat seperti Cilento atau wilayah Dão di Portugal," demikian respons AI tersebut.
Juru bicara FBI mengatakan bahwa lembaganya langsung bertindak cepat setelah mengetahui dugaan pencurian tersebut.
"Segera setelah FBI mengetahui dugaan ini, kami langsung mengambil tindakan, memulai penyelidikan, dan akhirnya melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap individu ini pekan lalu," kata juru bicara FBI kepada CNN.
Saat diwawancarai di rumahnya bulan lalu, Yaroch mengakui kesalahannya.
"Saya melakukan kesalahan besar," kata Yaroch kepada agen FBI.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
3

















































