Demo Pemuda Menuju Parlemen, Polisi Tembak Gas Air Mata dan Meriam Air

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan pemuda bentrok dengan polisi saat memprotes dugaan kecurangan dalam ujian pegawai negeri sipil (PNS). Polisi bahkan menggunakan gas air mata, meriam air, dan pentungan untuk membubarkan mereka, kala massa bergerak menuju gedung parlemen negara bagian.

Kejadian ini berlangsung di negara bagian Jharkhand, India, Senin. Sebenarnya, para pelajar dan pemuda itu telah menggelar aksi sejak 25 Juli lalu, menuntut perombakan sistem ujian, pembatalan sejumlah tes rekrutmen, serta penyelidikan oleh polisi federal atas dugaan kebocoran soal.

Mengutip Reuters dan ANI, Selasa (11/8/2026), ketegangan meningkat ketika ribuan demonstran berkumpul di sebuah stadion di Ranchi, ibu kota Jharkhand, sebelum bergerak menuju gedung legislatif. Massa terlihat membawa plakat, mengibarkan bendera India, meneriakkan slogan, dan memanjat barikade yang dipasang polisi.

Sejumlah pengunjuk rasa kemudian mendorong barikade dan terlibat bentrokan fisik dengan aparat. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata, mengerahkan meriam air, serta menggunakan pentungan untuk memukul mundur massa.

"Kami menunjukkan sikap tegas seminimal mungkin dan dalam waktu yang sangat singkat karena mereka hanyalah pelajar," ujar Kepala Polisi Kota Ranchi, Paras Rana, mengatakan aparat menggunakan kekuatan secara terbatas setelah sebagian demonstran bertindak agresif.

"Saya mengimbau semua orang untuk bersikap damai dan tidak melakukan kekerasan. Tuntutan Anda sudah sampai ke pemerintah; jangan tunjukkan agresi," tambahnya menyebut tuntutan mereka telah disampaikan kepada pemerintah.

Aksi di Jharkhand menjadi bagian dari gelombang kemarahan pemuda India terhadap dugaan korupsi dalam sistem pendidikan dan rekrutmen pemerintah. Sebelumnya, demonstrasi berminggu-minggu di Delhi yang juga dipicu dugaan kebocoran soal ujian melibatkan sekitar 50.000 pemuda dan berujung pada pengunduran diri Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan.

Pemerintah Jharkhand yang dipimpin partai daerah oposisi terhadap Perdana Menteri (PM) Narendra Modi menyatakan telah berdialog dengan para demonstran. Pemerintah mengklaim sebagian besar tuntutan telah diterima dan membuka peluang untuk melanjutkan pembicaraan guna meredakan ketegangan.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |