Kepemimpinan Mualem Di KONI Jadi Titik Balik Prestasi Olahraga Aceh

7 hours ago 7
Olahraga

Kepemimpinan Mualem Di KONI Jadi Titik Balik Prestasi Olahraga Aceh

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Sekda Aceh M Nasir, S.IP, MPA menyampaikan sambutan pada acara Buka Puasa Bersama KONI Aceh dengan pelaku olahraga, atlet, pelatih dan anak yatim, di GOR Persatuan Angkat Berat Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia, Minggu (8/3/2026) sore. Waspada/Ist

BANDA ACEH (Waspada.id): Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir menilai kepemimpinan Muzakir Manaf (Mualem) saat menjabat Ketua Umum KONI Aceh menjadi titik awal kebangkitan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan M Nasir saat menghadiri buka puasa bersama KONI Aceh dengan atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan anak yatim di GOR Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi, dan Binaraga Seluruh Indonesia, Minggu (8/3/2026) sore.

Menurut M Nasir, di bawah kepemimpinan Mualem, jajaran KONI Aceh mampu bekerja lebih solid sehingga melahirkan tren peningkatan prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Pak Gubernur berulang kali menegaskan bahwa KONI Aceh merupakan kawah candradimuka dalam mempersiapkan atlet-atlet Aceh menjadi pribadi yang kuat dan berprestasi,” ujar M Nasir.

Ia menjelaskan, sebelum era kepemimpinan Mualem, posisi Aceh pada ajang PON kerap berada di peringkat 20 besar. Namun setelah Mualem memimpin KONI Aceh, prestasi kontingen Aceh mulai menunjukkan peningkatan signifikan.

Pada PON Jawa Barat, kontingen Aceh berhasil naik ke peringkat 17 dengan raihan 8 medali emas. Prestasi tersebut kemudian meningkat pada PON Papua, di mana Aceh menempati peringkat 12 dengan 11 medali emas.

Selain peningkatan prestasi atlet, Mualem juga dinilai berhasil membawa Aceh menjadi tuan rumah PON XXII bersama Provinsi Sumatera Utara. Penyelenggaraan ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya PON digelar di dua provinsi sekaligus.

Tren positif tersebut kemudian dilanjutkan oleh almarhum Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak saat memimpin KONI Aceh. Pada masa kepemimpinannya, kontingen Aceh mencatat lonjakan prestasi dengan menempati peringkat enam besar dan meraih 65 medali emas pada PON.

“Keberhasilan tersebut menjadi standar baru bagi prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional,” kata M Nasir.

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut pada PON XXII NTB–NTT tahun 2028.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya persiapan matang sejak dini, termasuk melalui pembinaan atlet secara berkelanjutan oleh KONI Aceh.

“PON yang akan datang menjadi tolok ukur bagi masyarakat. Karena itu, KONI harus mampu merumuskan program pembinaan yang kuat agar atlet Aceh semakin tangguh dan siap berprestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Aceh Saiful Bahri atau Pon Yaya mengajak seluruh jajaran KONI di semua tingkatan untuk terus menyusun program kerja terbaik guna meningkatkan prestasi olahraga Aceh.

Ia menegaskan bahwa agenda olahraga terdekat yang harus menjadi perhatian adalah Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang akan digelar di Calang, Aceh Jaya.

“PORA harus kita persiapkan dengan baik, bukan hanya sukses penyelenggaraan tetapi juga sukses prestasi atlet,” kata Pon Yaya.

Dalam kesempatan tersebut, Pon Yaya juga mengajak seluruh hadirin mengirimkan Surat Al-Fatihah untuk almarhum Abu Razak, yang genap setahun wafat pada Ramadhan 1446 Hijriah saat menunaikan ibadah umrah di Makkah.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bingkisan dan santunan kepada anak yatim. Acara itu turut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, para ketua KONI kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga dan atlet dari berbagai daerah di Aceh. (id64)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |