Kemenag Luncurkan 20 Program Joyful Ramadan 1447 H, dari Bersih-Bersih Masjid Sampai Pemberdayaan Ekonomi Umat

2 hours ago 1

JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Agama meluncurkan 20 program dalam Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M untuk menghadirkan layanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berdampak langsung bagi umat selama bulan suci Ramadan. Puluhan program tersebut mencakup penguatan layanan masjid dan KUA, literasi keagamaan moderat, hingga pemberdayaan sosial ekonomi umat, sebagai wujud kehadiran negara dalam membersamaimasyarakat menjalani Ramadan yang khusyuk dan bermakna.

Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, mengungkapkan, Joyful Ramadan berangkat dari mandat utama Kementerian Agama, yaitu mendekatkan umat dengan ajaran agamanya. Menurutnya, semakin dekat umat dengan nilai-nilai keagamaan, semakin damai kehidupan sosial, sebaliknya jarak dengan ajaran agama berpotensi melemahkan harmoni masyarakat.

“Tugas Kementerian Agama adalah mendekatkan umat dengan ajarannya. Semakin dekat umat dengan agama, semakin damai kehidupan ini. Ramadan menjadi momentum paling tepat untuk memastikan kedekatan itu benar-benar terwujud,” ujar Ismail pada konferensi pers Joyful Ramadan, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, Ramadan diposisikan sebagai ruang transformasi yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga spiritual, sosial, dan kebangsaan. Konsep Joyful Ramadan memuat tiga makna utama, yaitu ibadah yang menggembirakan dan menumbuhkan optimisme, penguatan kebersamaan sosial melalui solidaritas dan kepedulian, serta produktivitas keberagamaan yang edukatif dan solutif.

Ismail menambahkan, rangkaian kegiatan Joyful Ramadan diharapkan memberi dampak nyata pada penguatan moderasi beragama, harmoni sosial, serta peningkatan kualitas layanan publik keagamaan. Seluruh program dirancang inklusif dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari ulama, ormas keagamaan, akademisi, hingga komunitas masyarakat.

“Ramadan harus melahirkan umat yang saleh secara spiritual, kuat secara sosial, dan mampu berkontribusi bagi bangsa. Di sinilah negara hadir sebagai pelayan umat, penggerak harmoni, dan penjaga nilai-nilai keagamaan yang damai,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan, Joyful Ramadan menjadi agenda strategis Ditjen Bimas Islam dalam mengoptimalkan peran layanan keagamaan selama bulan suci. Ia menyebut, Ramadan merupakan momentum penting bagi Bimas Islam untuk menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan umat.

Abu menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam pelaksanaan Joyful Ramadan. Pertama, penguatan layanan keagamaan melalui optimalisasi peran masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan, KUA sebagai simpul pembinaan keluarga sakinah, serta penyuluh agama sebagai agen literasi keagamaan di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan layanan keagamaan selama Ramadan mudah diakses, responsif, dan memberi manfaat nyata, mulai dari bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, hingga edukasi zakat, wakaf, dan filantropi Islam,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Fokus kedua, lanjut Abu, adalah penguatan literasi keislaman yang mencerahkan melalui narasi dakwah yang ramah, moderat, dan menyejukkan. Materi dakwah selama Ramadan diarahkan pada isu keluarga, ekonomi umat, dan kebangsaan, dengan penguatan konten yang edukatif serta berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Ia menyebut, seluruh aktivitas dakwah Ramadan berada dalam koridor pembinaan dan pemantauan agar sejalan dengan nilai keislaman yang damai dan inklusif.

“Kolaborasi dengan ulama, ormas Islam, akademisi, dan komunitas menjadi kunci untuk memastikan pesan-pesan keagamaan tersampaikan secara konstruktif,”imbuhnya.

Fokus ketiga adalah pemberdayaan sosial ekonomi umat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Program seperti Kolaborasi Indonesia Berdaya, TerasZAWA, bazar Ramadan, hingga dukungan UMKM masjid diarahkan untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan kesejahteraan spiritual dan material.

“Ramadan bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, ketahanan keluarga, dan distribusi filantropi produktif. Dampaknya diharapkan terasa hingga pada penguatan harmoni dan moderasi kehidupan berbangsa,” kata Abu.

Ia menambahkan, rangkaian Joyful Ramadan 1447 H mencakup berbagai agenda nasional, mulai dari Tarhib Ramadan, Bersih-Bersih Masjid, Indonesia Berdaya Ramadan, Hilal Observation Coaching dan Sidang Isbat, hingga Takbir Akbar dan Salat Idulfitri. Seluruh program dilaksanakan secara terkoordinasi hingga tingkat daerah.

“Melalui Joyful Ramadan, kami ingin menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, bermakna, dan berdampak. Negara hadir untuk melayani, membersamai, dan menguatkan umat dalam menjalani ibadah dengan tenang dan penuh harapan,” pungkasnya.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |