Jakarta, CNBC Indonesia - Uber baru saja mengakuisisi layanan pengantaran makanan asal Jerman, Delivery Hero. Pembelian ini akan memperluas jangkauan platform dan memperkuat persaingan secara global.
Kesepakatan kedua perusahaan bernilai US$14,8 miliar (Rp 265 triliun). Delivery Hero mengatakan penggabungan akan menghadapi regulasi yang kompleks karena menciptakan platform yang mencakup 99 negara dan nilai GMV pro-forma gabungan sebesar US$236 miliar (Rp 4.231 triliun) pada 2025.
"Bersama, kita akan hampir menggandakan jumlah pasar tempat menawarkan layanan mobilitas dan pengiriman," kata CEO Uber, Dara Khosrowshahi, dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2026).
Langkah ini juga disebut ketua dewan pengawas Delivery Hero sebagai langkah yang tepat. Sebab dapat mengamankan daya saing di masa depan.
"Bergabung dengan mitra yang kuat menjadi langkah yang tepat untuk Delivery Hero untuk mengamankan daya saing di masa depan," jelasnya.
Akuisisi ini diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun 2027 mendatang.
Dengan kesepakatan, Uber Eats akan menjangkau lebih banyak pengguna. Mulai dari Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Latin.
Namun di sisi lain, kedua perusahaan dengan operasi yang sama akan menghadapai pengawasan antimonopoli. Mereka juga telah menyiapkan penyelesaiannya, dengan Delivery Hero bakal menjual operasi 14 pasar kepada perusahaan investasi AS, SSW Partners dengan nilai 1,4 miliar Euro (Rp 28,6 triliun).
Pemegang saham utama, Prosus juga menyetujui menjual hampir 17% saham yang dimilikinya.
(dem/dem)
Addsource on Google

6 hours ago
1

















































