Sejumlah rumah warga di kawasan Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang pasca banjir Aceh Tamiang 2025 sampai saat masih digenangi air, sampah dan lumpur, Sabtu (10/1). Waspada.id/Muhammad Hanafiah
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
KUALASIMPANG (Waspada.id): Sudah hampir dua bulan pasca banjir Aceh Tamiang yang terjadi jelang akhir November 2025,sampai detik ini Kampung Durian Kecamataan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang masih banjir dan berkubang lumpur.
Pantauan Waspada.id, Sabtu (10/1), puluhan rumah warga di Kampung Durian masih digenangi air dan lumpur. Ketinggian air di rumah warga diperkirakan mencapai 50 cm – 1 meter, sedangkan ketinggian ketebalan lumpur di rumah warga mencapai 50 cm-80 cm. Selain itu, warga Kampung Durian seperti di kawasan dekat Masjid Kampung Durian atau jalan lama mengalami kesulitan membuang lumpur karena tidak ada drainase untuk air dan lumpur mengalir.
Warga sedang melintasi badan Jalan Rantau-Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang masih berselemak lumpur dan licin ,Sabtu (10/1).Waspada.id/Muhammad HanafiahPemandangan yang sama juga terlihat di sepanjang kiri-kanan tepi jalan-Rantau-Kampung Durian dan seputaran kawasan Lapangan Sepak Bola di kampung tersebut masih digenangi air dan lumpur serta warga kesulitan mengeringkan air yang ada di halaman dan dalam rumah karena tidak ada drainase, warga juga kesulitan dan tidak berdaya untuk membuang sendimen lumpur akibat banjir Aceh Tamiang tahun 2025.
“Kami betul-betul kesulitan dan tidak berdaya menghadapi situasi dan kondisi ini, sudah hampir dua bulan lamanya kami mengungsi dan tinggal di tenda di tepi jalan ini,” ungkap ibu-ibu yang tinggal di tenda di tepi jalan Rantau-Kampung Durian kepada Waspada.id, Sabtu (10/1).
Sejumlah warga lainnya yang masih mengungsi di bawah tenda di Komplek kuburan China juga kepada Waspada.id menyebutkan mereka sudah hampir dua bulan lamanya mengungsi dan tidur di kuburan China di sebelah kiri dan sebelah kanan bukit komplek kuburan China. “Kami tidak tau sampai kapan kami tidur di kuburan China,” ujar pengungsi di kuburan China.
Sejumlah warga Kampung Durian,Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang masih mengungsi dan tidur di kuburan China di Kampung tersebut, Sabtu (10/1).Waspada.id/Muhammad HanafiahPantauan Waspada.id, situasi dan kondisi Kampung Durian pascabanjir Aceh Tamiang 2025 sampai saat ini masih kupak-kapik, porak-poranda akibat terjadi banjir bercampur lumpur dan sampah tahun 2025, sangat sulit untuk memulihkan Kampung Durian jika alat berat (exavator) sangat sedikit yang datang bekerja membuang lumpur dan membuat drainase .
Saat ini ada dua alat berat (exavator/Bechoe) yang sedang berjuang membuang lumpur dan membuat drainase di kawasan Simpang Tiga Kampung Durian.
Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang Ibrahim Johar, S.P ketika dikonfirmasi Waspada.id, Sabtu (10/1) sore, membenarkan masih banyak rumah warga yang digenangi air dan lumpur. Masih banyak warga yang mengungsi di tenda-tenda di tepi jalan, di kuburan China, di Bukit di Dusun Metro dan sejumlah lokasi lainnya.
Datok Penghulu Kampung Durian ,Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Ibrahim Johar, S.P sedang melihat alat berat bekerja membuang lumpur dan membuat drainase di tepi jalan kawasan Simpang Tiga kampung tersebut,Sabtu (10/1).Waspada.id/Muhammad Hanafiah“Alat berat masih sangat kurang yang datang ke Kampung ini, sedangkan sejumlah titik kawasan di kampung ini masih banyak yang harus dibereskan dari genangan air, lumpur dan sampah akibat terjadi banjir tahun 2025 yang lalu,” ujar Ibrahim sambil melihat alat berat yang sudang bekerja membuang sampah, lumpur dan membuat drainase di sepanjang jalan Simpang Tiga Kampung Durian.
Datok Penghulu Kampung Durian sangat berharap Pemerintah dan pihak terkait lainnya agar dapat membantu mengirim alat berat lebih banyak lagi untuk bekerja membereskan kampung Durian. “Tak lama lagi sudah masuk bulan Ramadhan, tetapi situasi dan kondisi masih seperti ini.Karena itu perlu alat berat yang banyak untuk bisa menuntaskan persoalan yang dihadapi masyarakat agar air dan lumpur bisa dibersihkan di Kampung ini,” pungkas Ibrahim .(id93)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































