Israel Diamuk China-PBB, "Duri dalam Daging" Gencatan Senjata AS-Iran

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara memberi respons ke Israel setelah serangannya ke 100 titik di Lebanon, Rabu, yang menewaskan 254 orang. Padahal perdamaian Lebanon menjadi salah satu dari 10 poin yang diajukan Iran, sebagai syarat gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).

Kamis Menteri Luar Negeri Prancis pada mengecam serangan Israel ke Lebanon, menyebutnya "tidak dapat diterima". Negeri itu memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat merusak gencatan senjata AS-Iran yang sebenarnya rapuh.

"Serangan-serangan ini semakin tidak dapat diterima karena merusak gencatan senjata sementara yang dicapai kemarin antara Amerika Serikat dan Iran," kata Jean-Noel Barrot kepada radio France Inter, dikutip dari AFP, Kamis (9/4/2026).

Hal sama juga dikatakan China. Beijing menegaskan bahwa kedaulatan Lebanon "tidak boleh dilanggar" setelah Israel melakukan serangan terhadap negara tersebut.

"Kedaulatan dan keamanan Lebanon tidak boleh dilanggar. Keselamatan jiwa dan harta benda warga sipil harus dijamin," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers reguler.

"China mendesak pengekangan dan pendinginan situasi regional," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa serangan mematikan Israel di Lebanon menimbulkan "risiko serius" bagi gencatan senjata AS-Iran. Gencatan senjata bisa batal.

"Aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius bagi gencatan senjata dan upaya menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan ini," kata juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dimuat AFP.

"Sekretaris Jenderal mengulangi seruannya kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan... mengutuk keras hilangnya nyawa warga sipil dan sangat prihatin dengan meningkatnya jumlah korban sipil," tambahnya.

"Tidak ada solusi militer untuk konflik ini. Sekretaris Jenderal terus menyerukan kepada semua pihak untuk memanfaatkan jalur diplomatik," ujarnya.

Kepala Hak Asasi manusia PBB dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga mengutuk Israel. Ia menyebut "skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon" sebagai "benar-benar mengerikan".

"Pembantaian seperti itu, hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata dengan Iran, sungguh sulit dipercaya," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk.

Meski tak secara langsung mengecam tindakan Israel, Inggris secara tegas menginginkan Lebanon masuk dalam klausul gencatan senjata. Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa negaranya "sangat" menginginkan Lebanon dimasukkan dalam gencatan senjata Timur Tengah untuk memuluskan damai AS dan Iran kala Perdana Menteri (PM) Keir Starmer tiba di Uni Emirat Arab (UEA).

"Kami memang ingin melihat gencatan senjata diperluas ke Lebanon. Saya sangat prihatin dengan peningkatan serangan yang kita lihat dari Israel di Lebanon kemarin," kata Yvette Cooper kepada Sky News.

"Kita telah melihat konsekuensi kemanusiaan, pengungsian massal besar-besaran di Lebanon. Jadi kami sangat ingin melihat gencatan senjata diperluas ke Lebanon," tambahnya.

Lebanon terseret ke dalam perang setelah kelompok Hizbullah yang didukung Teheran menargetkan Israel sebagai balasan atas perang AS-Israel melawan Iran. Meskipun Iran dan AS menyetujui gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa malam, Israel bersikeras bahwa Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata tersebut.

Hizbullah menanggapi dengan mengatakan bahwa mereka telah menembakkan roket ke arah Israel. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf tampaknya mengancam gencatan senjata tersebut.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |