Irfansyah Kunjungi Keluarga Syahrul, Desak Pengusutan Kasus Di Malaysia

3 weeks ago 10
Aceh

6 Agustus 20256 Agustus 2025

Irfansyah Kunjungi Keluarga Syahrul, Desak Pengusutan Kasus Di Malaysia Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irfansyah saat mengunjungi kediaman almarhum Syahrul Ramadan, korban pengeroyokan yang meninggal dunia di Malaysia warga Gampong Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Rabu (6/8).Waspada.id/dede

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TAMIANG (Waspada.id): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irfansyah mendesak otoritas Malaysia untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang berujung pada kematian tragis tersebut.

Hal itu diutarakan Dek Fan, sapaan akrab Irfansyah saat mengunjungi kediaman almarhum Syahrul Ramadan, korban pengeroyokan yang meninggal dunia di Malaysia warga Gampong Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Rabu (6/8).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Kunjungan Dek Fan ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita mendalam, solidaritas dan mendengarkan langsung suara hati keluarga korban sekaligus menyatakan keprihatinan atas insiden yang menimpa Syahrul.

Menurutnya, aksi main hakim sendiri merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diproses hukum secara adil.

Ia juga mendorong Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur agar lebih proaktif dalam mempercepat proses pemulangan jenazah Syahrul Ramadan.

“Keluarga sangat menantikan kepulangan Syahrul ke kampung halaman. KBRI harus menjamin hak-hak hukum almarhum sebagai warga negara Indonesia,” tegas Irfansyah.

Politisi Partai Aceh ini turut menyesalkan berbagai narasi di media sosial dan media Malaysia yang dinilainya menyudutkan korban.

Irfansyah menegaskan bahwa almarhum tidak pernah terlibat tindak kriminal. Ia menyebutkan adanya informasi terkait bukti video yang menunjukkan aksi main hakim sendiri terhadap Syahrul.

“Ini harus diproses hukum, bukan ditutup-tutupi. Urusannya nyawa manusia, semua elemen satu suara untuk mengutuk dan mengungkap kebiadaban ini,” ujarnya.

Ketua Banleg DPR Aceh ini menekankan pentingnya kehadiran negara untuk melindungi warganya di luar negeri. Ia berkomitmen membawa kasus ini ke forum resmi parlemen Aceh.

Selain itu, ia juga mendesak Kementerian Luar Negeri serta KBRI Kuala Lumpur untuk mengawal ketat proses hukum kasus tersebut hingga tuntas. “KBRI, Kemenlu dan ototitas terkait untuk sungguh-sungguh men-follow-up kasus ini,” pungkasnya.(id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |