Investor 'The Big Short' Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor legendaris Michael Burry kembali memasang taruhan bearish terhadap sejumlah saham yang selama ini menjadi primadona pasar.

Tokoh yang dikenal lewat kisahnya dalam buku dan film The Big Short itu kini membidik Tesla, Caterpillar, Applied Materials, hingga dana indeks (ETF) sektor semikonduktor sebagai target posisi jual pendek (short).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Burry selama beberapa bulan terakhir yang bertaruh bahwa euforia kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada akhirnya akan mereda.

Taruhan itu muncul di tengah periode yang krusial bagi industri AI. Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan ikut campur dalam peluncuran model AI kelas Mythos milik Anthropic karena alasan keamanan nasional. Di saat yang sama, biaya penggunaan AI yang lebih murah dari perkiraan juga mulai mendorong perusahaan teknologi seperti Microsoft meluncurkan layanan AI dengan harga yang lebih rendah.

Menurut laporan The Wall Street Journal, kekhawatiran terbaru Burry dipicu oleh rencana dua raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung dan SK Hynix, yang akan menggelontorkan investasi lebih dari US$500 miliar untuk membangun pusat manufaktur chip. Sehari setelah pengumuman tersebut, saham-saham semikonduktor memimpin penguatan indeks Nasdaq.

"Penyebab utama reli hari ini adalah pengeluaran besar yang diumumkan dari Korea. Yah, saya melihat itu sebagai awal dari akhir," tulis Burry melalui akun Substack miliknya, Selasa.

Burry selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap reli saham AI. Menurutnya, investor terlalu agresif mengerek valuasi perusahaan-perusahaan AI tanpa memperhitungkan berbagai risiko yang ada.

Salah satu posisi terbarunya adalah membeli opsi put pada ETF semikonduktor berkode SOXX yang berisi saham-saham seperti Micron Technology dan Advanced Micro Devices (AMD). Taruhan tersebut akan menghasilkan keuntungan apabila ETF itu turun sekitar sepertiga dari level puncaknya pada Maret mendatang.

"Indeks SOXX sendiri merupakan bentuk valuasi berlebihan murni dalam sebuah indeks, bentuk yang jarang terlihat dan tidak pernah mudah dikenali," ujar Burry.

Selain sektor chip, Burry juga mengambil posisi bearish terhadap Caterpillar. Meski tidak menjelaskan secara rinci alasannya, alat berat produksi Caterpillar banyak digunakan dalam pembangunan pusat data AI maupun fasilitas manufaktur semikonduktor.

Burry juga kembali bertaruh melawan Tesla dengan menetapkan target harga US$416,22. Ini bukan kali pertama ia mengambil posisi short terhadap produsen mobil listrik milik Elon Musk tersebut.

Di sisi lain, ia turut memperbesar posisi jual pendeknya terhadap Nvidia yang telah dibangun sejak beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, pada November lalu, Burry mengungkapkan keyakinannya bahwa saham Nvidia dan Palantir akan mengalami penurunan tajam hingga 2027, meski dengan alasan yang berbeda. Ia menilai Nvidia terlalu bergantung pada skema pembiayaan yang membantu mendanai sejumlah pelanggan besarnya, sehingga berpotensi memicu kejatuhan layaknya gelembung dot-com. Sementara itu, Palantir dinilai terlalu bergantung pada kontrak pemerintah dan menghadapi risiko tergeser oleh para pesaing.

Saat itu, pandangan Burry menuai kritik. Nvidia membantah adanya persoalan dalam skema pendanaannya, sedangkan CEO Palantir Alex Karp bahkan menyebut Burry "gila" dalam wawancara di CNBC.

Meski demikian, hingga kini prediksi Burry belum sepenuhnya terbukti. Saham Nvidia masih diperdagangkan hanya sekitar 5% di bawah level saat ia pertama kali mengumumkan posisi short tersebut. Sementara itu, saham Palantir telah terkoreksi sekitar 40%.

Burry maupun perusahaan-perusahaan yang menjadi target posisi short tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |