Jenazah almarhum M. Dahlan JH, perantau tuna netra asal Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Setia, Abdya, tiba di rumah duka setelah dipulangkan dari Batam. Pemulangan jenazah difasilitasi anggota DPD RI Haji Uma, yang menanggung biaya kargo di Bandara Kualanamu serta ambulans menuju kampung halaman. Foto direkam Minggu (8/3). Waspada.id/Syafrizal
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BLANGPIDIE (Waspada.id): Nilai kemanusiaan kembali ditunjukkan Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman. Senator yang akrab disapa Haji Uma itu, memfasilitasi pemulangan jenazah seorang perantau asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang meninggal dunia di Batam.
Jenazah almarhum M. Dahlan JH, 64, warga Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Setia, akhirnya dapat kembali ke tanah kelahirannya, setelah dipulangkan melalui Bandara Internasional Kualanamu. Selanjutnya dibawa dengan ambulans menuju rumah duka di Abdya, Minggu pagi (8/3) lalu.
Fasilitasi pemulangan itu, dilakukan Haji Uma setelah menerima surat permohonan bantuan dari Camat Setia, Syamsul Hidayat, yang mewakili keluarga serta pemerintah desa.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Aceh di perantauan, Haji Uma menanggung biaya administrasi kargo jenazah di Bandara Kualanamu serta biaya ambulans dari bandara menuju rumah duka di Desa Ujong Tanoh.
Melalui Liaison Officer (LO) di Abdya, Jimy, disebutkan total biaya yang difasilitasi Haji Uma mencapai sekitar Rp4,1 juta, mencakup administrasi kargo dan transportasi ambulans menuju kampung halaman.

Sementara itu, biaya tiket pemulangan jenazah dari Batam ke Kualanamu serta peti jenazah mencapai sekitar Rp19 juta, ditanggung oleh pihak keluarga.
Haji Uma juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan oleh Allah SWT.
“Beliau juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga karena belum dapat hadir langsung ke rumah duka, sebab saat ini masih menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI di Jakarta,” ujar Jimy.
Camat Setia, Syamsul Hidayat, menjelaskan bahwa, almarhum ditemukan meninggal dunia di rumah tempatnya tinggal di Batam. Sebelumnya, keluarga sempat menerima kabar bahwa almarhum mengalami demam dan berniat pulang ke kampung halaman. “Namun beberapa hari terakhir keluarga tidak lagi menerima kabar dari beliau,” katanya.
Diketahui, almarhum telah merantau di Batam sekitar lima tahun terakhir. Dalam keterbatasannya sebagai penyandang tuna netra, almarhum tetap berjuang mencari penghidupan di negeri orang.
Kondisi tersebut membuat keluarga di kampung halaman kesulitan memulangkan jenazah secara cepat. Karena itu, pemerintah desa bersama pihak kecamatan, mengajukan permohonan bantuan kepada Haji Uma.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga mengucapkan ribuan terima kasih kepada Haji Uma, yang telah membantu memfasilitasi pemulangan jenazah keluarga kami. Hanya Allah yang mampu membalas kebaikan beliau,” ujar salah seorang keluarga.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Nurul Asma, serta tiga orang anak yakni Khairil Hafiq, Irfan Maulana dan Atul.

Selain bantuan dari Haji Uma, Pemkab Abdya juga turut memberikan santunan kepada keluarga almarhum.
Kepedulian ini kembali memperlihatkan peran Haji Uma, yang selama ini dikenal aktif membantu masyarakat Aceh, khususnya warga yang mengalami kesulitan di perantauan.(id82)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































