Giatkan Literasi, Peserta DPLK Syariah Muamalat Tumbuh Pesat

6 hours ago 2
Ekonomi

Giatkan Literasi, Peserta DPLK Syariah Muamalat Tumbuh Pesat Karyawan mengakses website Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat di Jakarta, Senin (9/3/2026). Sepanjang 2025, DPLK Syariah Muamalat berhasil menambah lebih dari 13 ribu peserta individu baru. Sehingga, total peserta individu meningkat menjadi lebih dari 125 ribu.

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat, dana pensiun yang didirikan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk untuk melayani investasi pensiun secara syariah bagi masyarakat, terus menambah jumlah peserta baru.

Sepanjang 2025, DPLK Syariah Muamalat berhasil menambah lebih dari 13 ribu peserta individu baru. Sehingga, total peserta individu meningkat menjadi lebih dari 125 ribu.

Jumlah kemitraan dengan perusahaan juga ikut melonjak. Setelah menggandeng 825 perusahaan sampai dengan 2024, DPLK Syariah Muamalat kembali menambah kerja sama baru dengan 92 perusahaan hingga akhir 2025, tumbuh 11% year on year (yoy). Penambahan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan giatnya literasi keuangan syariah yang dilakukan.

Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan mengatakan, penambahan jumlah peserta tersebut menghasilkan pertumbuhan dana kelolaan yang mencapai lebih dari Rp1,9 triliun pada 2025 atau tumbuh 12% yoy, di atas pertumbuhan industri. Pencapaian ini sejalan dengan misi DPLK Syariah Muamalat menjadi penyedia utama layanan dana pensiun syariah bagi seluruh lapisan masyarakat dan penggiat literasi keuangan syariah di Tanah Air.

“Alhamdulillah, pertumbuhan jumlah peserta yang signifikan mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan pensiun yang berkah dan sejahtera melalui investasi pensiun secara syariah di DPLK Syariah Muamalat,” kata Aznovri.

Sejumlah indikator keuangan lainnya juga menunjukkan peningkatan. Rasio return on asset (RoA) naik menjadi 6,44% pada 2025 dari 5,38% pada 2024. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO juga semakin baik, menjadi 16,28% pada 2025 dibandingkan akhir 2024 yang sebesar 18,35%. Dari sisi benefit yang diperoleh peserta, imbal hasil investasi naik menjadi 7,72% pada 2025 dari 6,76% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan positif imbal hasil investasi yang sepenuhnya dibagikan kepada peserta menunjukkan keberhasilan salah satu strategi DPLK Syariah Muamalat yang fokus pada optimalisasi investasi.

“Patut disyukuri, semua paket investasi DPLK Syariah Muamalat selama 2025 memberikan imbal hasil lebih dari 7%, baik paket investasi yang berisiko rendah, sedang, maupun tinggi,” ujar Aznovri.

Strategi tiga pilar

DPLK Syariah Muamalat kembali melanjutkan strategi tiga pilar peningkatan bisnis pada tahun ini, yaitu pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi, dan tata kelola yang baik dengan peningkatan layanan dan digitalisasi. Untuk merealisasikannya, DPLK Syariah Muamalat memaksimalkan pelayanan melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat maupun menggandeng langsung mitra strategis.

Aznovri menambahkan, peserta kini semakin mudah dalam mengakses informasi saldo, transaksi, dan pembukaan rekening baru lewat aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Digitalisasi ini mampu memperluas jangkauan dan memperkuat layanan bagi peserta secara mandiri, kapan saja dan dimana saja. Selain itu, akses juga dapat dilakukan melalui website DPLK Syariah Muamalat.

Adapun bagi peserta yang ingin melakukan klaim manfaat pensiun, prosesnya dapat dilakukan melalui seluruh kantor cabang Bank Muamalat di seluruh Indonesia. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |