Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak emiten yang mau melakukan aksi beli saham mereka sendiri alias buyback di tengah posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lagi loyo.
Langkah ini dilakukan oleh berbagai perusahaan dari sektor yang berbeda, mulai dari konglomerasi, perbankan, energi, hingga layanan kesehatan.
Nilai buyback yang disiapkan juga bervariasi, dari puluhan miliar hingga triliunan rupiah, dengan periode pelaksanaan yang sebagian dimulai sejak Maret 2026 dan berlangsung hingga satu tahun ke depan.
Salah satu emiten yang mengumumkan buyback adalah PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai hingga Rp2 triliun. Program ini dijadwalkan berlangsung pada periode 16 Maret hingga 15 Juni 2026.
Sementara itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (AADI) menyiapkan dana yang lebih besar, yakni hingga Rp4 triliun, dengan rencana pelaksanaan mulai 20 April 2026 dan dapat berlangsung hingga 12 bulan ke depan.
Dari sektor energi, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) juga berencana melakukan buyback saham dengan alokasi dana sekitar Rp448,69 miliar. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 17 April 2026 hingga 17 April 2027.
Selain itu, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) turut merencanakan buyback saham dengan nilai maksimal Rp28,12 miliar, atau sekitar 0,90 % dari total saham yang telah diterbitkan. Pelaksanaan buyback ini direncanakan berlangsung selama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 April 2026.
Di sektor perbankan, PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) juga telah memulai program buyback dengan nilai sekitar Rp50 miliar. Program tersebut sudah berjalan sejak 9 Maret 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 8 Juni 2026.
Selain itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga melaksanakan buyback saham dengan estimasi dana sekitar Rp905,48 miliar yang akan berlangsung selama satu tahun, yakni dari 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027.
Dari sektor kesehatan, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) juga masuk dalam daftar emiten yang melakukan aksi serupa. Perseroan menyiapkan dana hingga Rp1 triliun untuk buyback saham yang telah dimulai sejak 7 Maret 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 7 Juni 2026.
Dengan banyaknya emiten yang mengumumkan aksi buyback dalam periode yang relatif berdekatan, langkah ini menjadi salah satu strategi yang cukup sering ditempuh perusahaan ketika pasar saham berada dalam kondisi yang kurang bergairah.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(mae/mae)
Addsource on Google

1 hour ago
2
















































